Tanjungpinang – Siapa sangka, sebuah pulau kecil di depan Kota Tanjungpinang ternyata menyimpan kisah cinta kerajaan, masjid megah yang dibangun pakai putih telur, hingga Alquran tulis tangan berusia ratusan tahun!

Pulau Penyengat, yang kini dikenal sebagai destinasi wisata religi dan budaya, dulunya adalah mahar pernikahan seorang raja kepada sang permaisuri tercinta.

Ya, pulau ini dihadiahkan oleh Sultan Mahmud Riayat Syah kepada Raja Hamidah Engku Putri, menjadikannya dijuluki Pulau Mas Kawin.

Di pulau bersejarah inilah berdiri megah Masjid Raya Sultan Riau, masjid ikonik yang jadi saksi bisu kokohnya peradaban Islam selama lebih dari dua abad.

“Pulau Penyengat dikenal sebagai Pulau Mas Kawin,” kata Raja Alhafiz, Ketua Masjid Raya Sultan Riau.

Baca juga: Wisata Religi Batam: Masjid Agung Raja Hamidah Jadi Primadona Baru

Masjid Megah yang Dibangun Pakai Putih Telur!

Masjid yang dibangun tahun 1803 ini bukan masjid biasa. Warna kuning mencoloknya langsung menarik perhatian. Tapi yang paling mengejutkan: bahan perekatnya bukan semen, tapi putih telur!

“Putih telur digunakan sebagai perekat yang sangat kuat,” ungkap Alhafiz. Saat itu, semen belum dikenal, tapi inovasi para leluhur tak kalah hebat.

Filosofi Islam Tersimpan dalam Setiap Sudut Bangunan

Masjid Raya Sultan di Pulau Mas Kawin Ini Simpan Alquran Langka dari Turki!

Foto lama Masjid Raya Sultan Penyengat (ist)

Masjid ini dirancang dengan filosofi Islam yang mendalam:

13 anak tangga melambangkan rukun salat

5 pintu utama melambangkan rukun Islam

6 jendela mencerminkan rukun iman

17 kubah dan menara mewakili total rakaat salat wajib sehari semalam

Tak hanya menakjubkan secara visual, setiap detail punya makna spiritual yang dalam.

Baca juga: Bukan Masjid Biasa! Bangunan Ini Berbentuk Tanjak Melayu, Jadi Spot Favorit Wisata Religi di Batam!

Alquran Langka dari Turki & Hadiah dari Kerajaan Prusia

Masjid Raya Sultan di Pulau Mas Kawin Ini Simpan Alquran Langka dari Turki!

Alquran langka dengan tulisan tangan masih tersimpan di Masjid Raya Sultan Penyengat (ist)

Di dalam masjid, tersimpan Alquran tulisan tangan karya Abdurrahman Stambul, pemuda Penyengat yang belajar agama hingga ke Istanbul, Turki. Usianya lebih dari 150 tahun, dan masih terjaga rapi!

Tak hanya itu, lampu kristal mewah dari Kerajaan Prusia (sekarang Jerman) dan mimbar kayu jati berlapis emas menjadi bukti betapa istimewanya masjid ini di mata dunia pada zamannya.

Ramadan Penuh Tradisi, Wisata Religi Tak Terlupakan

Setiap Ramadan, masjid ini menjadi pusat tradisi khas Melayu: tahlil jamak, kenduri arwah, dan buka puasa bersama. Para peziarah juga dapat mengunjungi makam pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah dan pujangga besar Melayu, Raja Ali Haji.

Banyak wisatawan mengaku terkesan. “Ornamennya luar biasa, perpaduan Masjid Hagia Sophia dan masjid Melayu,” kata Rusdi, wisatawan dari Jakarta.

Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Jadi Favorit Wisatawan Asing

Masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional bersama 16 situs lainnya di Pulau Penyengat. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Malaysia dan Singapura, membuat masjid ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Penasaran? Yuk, Kunjungi Pulau Mas Kawin yang Penuh Keajaiban Sejarah Ini!

Kalau kamu pecinta sejarah, budaya, atau hanya ingin melihat arsitektur unik dan penuh filosofi, Masjid Raya Sultan Riau adalah destinasi wajib saat ke Tanjungpinang. Jangan lupa, jejak peradaban Islam yang luar biasa ini masih hidup hingga kini—dan menunggu untuk kamu telusuri. (dr)