BATAM- Publik dikejutkan dengan serangkaian insiden turbulensi hebat yang terjadi pada bulan Mei 2024, dimulai dari insiden yang dialami maskapai Singapore Airlines rute London-Singapura pada 21 Mei. Pesawat yang awalnya dijadwalkan menuju Singapura ini terpaksa dialihkan ke Bangkok, Thailand.
Akibat insiden tersebut, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 30 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tak lama berselang, maskapai Qatar Airways juga mengalami turbulensi parah pada 26 Mei 2024. Penerbangan rute Doha menuju Irlandia ini mengalami guncangan hebat sesaat sebelum mendarat di Dublin, yang mengakibatkan 12 orang terluka, termasuk 6 awak kabin dan 6 penumpang.
Baca juga: Traveling Tidak Hanya Menyenangkan, Tapi Juga Bisa Memperlambat Penuaan, Kata Peneliti
Masih di bulan yang sama, maskapai Air Europa yang terbang dari Madrid ke Montevideo juga mengalami turbulensi hebat, sehingga pesawat harus melakukan pendaratan darurat di Brasil. Sebanyak 40 penumpang dilaporkan mengalami luka dan trauma ringan akibat insiden ini.
Dengan adanya serangkaian insiden ini, banyak penumpang bertanya-tanya mengenai langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko cedera dalam penerbangan yang mengalami turbulensi.
Para pakar penerbangan menyarankan agar penumpang selalu menggunakan sabuk pengaman sepanjang penerbangan, bahkan ketika tanda sabuk pengaman telah dimatikan.
Baca juga: Pentingnya Memberi Tip di Hotel: Apakah Harus untuk Semua Staf?
Kebanyakan penumpang yang mengalami cedera parah adalah mereka yang tidak menggunakan sabuk pengaman saat turbulensi terjadi.
Kursi Aman Saat Turbelensi
Mantan pilot maskapai pelat merah tanah air, Hanafi Herlim, juga memberikan tips mengenai tempat duduk paling aman saat turbulensi. Menurutnya, duduk di dekat sayap pesawat adalah pilihan terbaik untuk menghindari guncangan yang kuat.
“Penumpang yang duduk di area sayap akan merasakan guncangan yang lebih stabil dan tidak terlalu banyak mengalami pergerakan maju-mundur,” jelas Hanafi dalam acara Bincang-Bincang #serunyadiTikTok, yang berlangsung di Jakarta Selatan pada 13 September 2024.
Hanafi juga menambahkan, terkait keselamatan dalam kecelakaan pesawat, kursi bagian belakang lebih aman dibandingkan kursi di bagian depan.
Baca juga: Tips Memilih Koper Aman untuk Perjalanan Udara: Kiat dari Pramugari Berpengalaman
“Jika terjadi kecelakaan serius, peluang selamat lebih besar bagi penumpang di bagian belakang, karena biasanya bagian hidung pesawat atau kokpit yang lebih dahulu terkena dampak,” ujarnya.
Penting bagi para penumpang untuk mempertimbangkan rekomendasi ini demi keselamatan selama penerbangan, terutama ketika menghadapi cuaca buruk atau potensi turbulensi. (dr)
sumber: viva

Comments