BATAM – Memberi tip di hotel bisa menjadi hal yang sangat personal dan bergantung pada kebiasaan serta pengalaman setiap tamu. Beberapa tamu dengan mudah memberikan uang tip tanpa mempertimbangkan kualitas layanan, sementara yang lain lebih selektif dan menyesuaikan dengan pengalaman mereka selama menginap.
Di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), tip menjadi penting karena banyak pekerja bergantung pada tambahan pendapatan ini.
Tidak memberi tip bahkan dapat dianggap sebagai tindakan tidak sopan.
Meski begitu, banyak kritik muncul di AS terkait praktik pemberian tip ini. Seperti dilaporkan The Points Guy, perusahaan yang mempekerjakan staf hotel justru sering mencatat keuntungan besar, sementara para tamu seolah “dibebani” tanggung jawab untuk memberikan tip kepada karyawan.
Baca juga: Tips Memilih Koper Aman untuk Perjalanan Udara: Kiat dari Pramugari Berpengalaman
Namun, di sisi lain, memberi sedikit penghargaan untuk pekerjaan yang baik selama menginap di hotel bisa dianggap perlu, apalagi setelah pandemi COVID-19.
Banyak hotel kini menghadapi kekurangan staf, dan para pekerja yang tersisa sering kali harus bekerja ekstra keras untuk melayani tamu dengan baik.
Kapan dan Siapa yang Harus Diberi Tip?
Memberikan tip kepada staf yang memberikan layanan tambahan, seperti pelayan, valet, petugas kebersihan, hingga concierge, adalah hal yang lazim dilakukan, terutama jika tamu merasa layanan mereka memuaskan.
Bahkan di beberapa hotel mewah, pelayan pribadi bisa membantu dengan hal-hal spesifik, seperti membongkar tas hingga menyiapkan bunga favorit di kamar tamu. Tetapi, apakah perlu memberi tip kepada semua staf tersebut?
Tom Waithe, mantan Wakil Presiden Operasional di Kimpton Hotels, menyampaikan bahwa ada kekhawatiran di kalangan tamu tentang cara memberi tip yang tepat.
Baca juga: Mengapa Pramugari Tidak Membantu Mengangkat Tas: Ini Penjelasan dari Pramugari
“Banyak tamu takut melakukan kesalahan dalam memberi tip, padahal staf hotel jarang mempermasalahkan besar kecilnya tip, kecuali jika jumlahnya sangat kecil hingga terasa memalukan, seperti sekumpulan koin receh,” kata Waithe.
Meskipun begitu, tip yang layak tetap dihargai, terutama untuk petugas kebersihan. Waithe menambahkan bahwa pembantu rumah tangga atau housekeeping sering kali adalah pekerja paling keras yang paling jarang mendapat pengakuan.
Krisis Tenaga Kerja di Hotel
Survei American Hotel and Lodging Association (AHLA) mengungkapkan bahwa 76% hotel di AS saat ini kekurangan staf, dengan pembantu rumah tangga menjadi kebutuhan paling mendesak.
Kekurangan tenaga kerja ini membuat pekerjaan mereka menjadi lebih sulit, sehingga memberikan tip kepada mereka, jika tamu mampu, bisa menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti.
Baca juga: Hindari Kesalahan Ini Saat Menginap di Hotel Agar Liburanmu Tetap Menyenangkan
Bagi tamu hotel, memahami etika pemberian tip adalah bagian dari pengalaman menginap yang baik. Memberi tip tidak harus selalu dilakukan, tetapi memberikan penghargaan atas layanan yang baik dapat memberikan dampak positif bagi para pekerja yang telah membantu kenyamanan tamu selama masa inap mereka. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments