SINGAPURA – Maqam Habib Noh Al-Habsyi, Singapura, yang telah menjadi oase spiritual sejak tahun 1866, akan ditutup sementara selama setahun mulai 18 Juni 2024 untuk menjalani renovasi dan perbaikan besar.

Langkah ini diambil untuk memperbaiki kondisi maqam yang telah mengalami kerusakan akibat cuaca, usia, dan pembangunan di sekitarnya.

Kompleks ini, yang berlokasi di samping Masjid Haji Muhammad Salleh, telah bertahan melalui berbagai tantangan, termasuk Perang Dunia II dan proyek pengembangan kota. Namun, maqam dan sebagian masjid kini membutuhkan perbaikan menyeluruh dengan perkiraan biaya mencapai tiga juta dolar.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun Seru di Singapura: 10 Atraksi Wajib Kunjungi di 2024

Lingkup renovasi meliputi restorasi tampilan bangunan, pemasangan sistem anti-air yang tepat, penggantian kubah, perbaikan ruang depan dan belakang, serta peningkatan tangga dan akses lainnya. Perbaikan ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan, kemudahan, dan keselamatan para pengunjung di masa mendatang.

“Kami sangat menghargai dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses ini. Setelah renovasi selesai, kami berharap maqam dapat kembali menjadi tempat ziarah yang aman dan nyaman bagi semua orang,” ujar Ketua Masjid Haji Muhammad Salleh dalam akun instagramnya @mhms.maqamhabibnoh yang dikutip, Rabu (13/11/2024).

Selama penutupan maqam, Masjid Haji Muhammad Salleh tetap terbuka untuk salat harian, salat Jumat, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Pengelola masjid akan terus memberikan pembaruan terkait progres renovasi hingga maqam siap dibuka kembali.

Sekilas Tentang Habib Noh Al-Habsyi

Habib Noh, yang lahir pada tahun 1788, adalah keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis Sayyidina Husain. Habib Noh dikenal sebagai seorang wali yang rendah hati, berbelas kasih kepada anak-anak dan kaum miskin, serta memiliki karomah yang membuatnya dihormati hingga saat ini.

Baca juga: Istimewa dan Instagramable, Illumi Jadi Destinasi Malam Populer di Singapura dengan Pohon Lampu Tertinggi Dunia

Beliau wafat pada 27 Juli 1866, dan hingga kini peringatan haulnya dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai negara setiap tahunnya.

Ketulusan Habib Noh dalam menyebarkan kedamaian dan kebaikan terus diingat dan dihormati. Semoga pemugaran ini membawa kebangkitan spiritual dan kemakmuran bagi para pengunjung dan umat Muslim yang mencari kedamaian di situs bersejarah ini. (dr)