BATAM – Tren wisata wellness atau liburan yang berfokus pada kesehatan fisik, mental, dan spiritual terus berkembang di dunia. Melihat peluang tersebut, Pemerintah Indonesia kini semakin serius menjadikan wellness tourism sebagai salah satu motor utama pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Strategi ini tidak hanya bertujuan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, tetapi juga meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia melalui pengalaman liburan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi.
Wisata Wellness Jadi Prioritas Nasional
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengembangan wisata wellness telah menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam membangun pariwisata Indonesia yang berdaya saing global.
Menurutnya, keberhasilan sektor ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Kami percaya pengembangan wisata kesehatan dapat berhasil melalui kolaborasi erat antara pemerintah, bisnis, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan,” ujar Widiyanti, dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026).
Indonesia Punya Modal Besar
Indonesia dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditandingi negara lain. Kekayaan alam yang melimpah dipadukan dengan tradisi kesehatan turun-temurun menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman relaksasi sekaligus penyembuhan alami.
Beragam aktivitas wellness yang sudah dikenal dunia antara lain:
* Jamu tradisional berbahan rempah-rempah.
* Spa khas Bali dan Jawa.
* Yoga di tengah alam tropis.
* Meditasi dan retreat spiritual.
* Terapi herbal berbasis tanaman obat Nusantara.
Selain itu, panorama pantai, pegunungan, hutan tropis, hingga pedesaan yang masih asri menjadi pelengkap pengalaman wisata kesehatan yang autentik.
Bali, Yogyakarta, dan Solo Jadi Destinasi Unggulan
Pemerintah saat ini telah menetapkan Bali, Yogyakarta, dan Solo sebagai tiga destinasi utama pengembangan wisata wellness di Indonesia.
Ketiga daerah tersebut memiliki fasilitas yang memadai serta budaya yang kuat dalam bidang kesehatan tradisional, mulai dari spa, pijat tradisional, hingga berbagai ritual kebugaran berbasis kearifan lokal.
Ke depan, konsep wisata wellness juga akan dikembangkan ke berbagai daerah lain dengan tetap mengedepankan budaya dan potensi lokal masing-masing.
Nilai Ekonominya Fantastis
Potensi wisata wellness bukan sekadar tren sesaat. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia telah mencapai sekitar 49 miliar dolar AS atau setara Rp798,7 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran 20 besar ekonomi wellness dunia.
Secara global, industri wellness telah bernilai sekitar 6,3 triliun dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 9 triliun dolar AS pada 2028, menjadikannya salah satu sektor pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Wisatawan Wellness Belanja Lebih Besar
Salah satu alasan pemerintah fokus mengembangkan wisata wellness adalah karakter wisatawannya yang berbeda dibanding wisata massal.
Wisatawan wellness umumnya:
* Menghabiskan waktu liburan lebih lama.
* Memiliki pengeluaran lebih tinggi.
* Mencari pengalaman eksklusif dan berkualitas.
* Lebih peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal.
Karakter tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, pengelola spa, hotel, restoran sehat, hingga pemandu wisata lokal.
Peluang Indonesia Jadi Destinasi Wellness Dunia
Dengan kekayaan budaya, alam tropis, serta tradisi kesehatan yang telah diwariskan selama ratusan tahun, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata wellness terbaik di Asia bahkan dunia.
Melalui pengembangan layanan berstandar internasional tanpa meninggalkan identitas budaya Nusantara, pemerintah optimistis sektor ini akan menjadi sumber devisa baru sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkualitas, sehat, dan berkelanjutan. (dr)
Sumber: tempo

Comments