BATAM – Kabar baik bagi wisatawan Indonesia, khususnya warga Batam. Pemerintah Negara Bagian Melaka, Malaysia, menargetkan pembukaan rute penerbangan langsung Melaka-Batam pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas internasional dan meningkatkan sektor pariwisata.
Jika rencana ini terealisasi, perjalanan dari Batam menuju salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Malaysia akan menjadi jauh lebih cepat dan praktis tanpa harus transit di kota lain.
Baca juga: Jangan Pulang Sebelum Mencoba! Ini 6 Kuliner Khas Medan Paling Enak dan Terkenal
Tiga Rute Baru Sedang Dipersiapkan
Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Ab Rauf Yusoh, mengungkapkan bahwa rute Melaka-Batam menjadi salah satu dari tiga jalur penerbangan baru yang sedang dipersiapkan melalui Bandara Internasional Melaka (LTAM), Batu Berendam.
Dua rute lainnya adalah penerbangan domestik Melaka–Kota Bharu dan Melaka–Pulau Pinang.
“Kami sedang berunding dengan beberapa maskapai penerbangan, termasuk maskapai berbiaya rendah, untuk membuka tiga rute tersebut, yaitu Batam, Kota Bharu, dan Pulau Pinang,” ujar Ab Rauf, dikutip dari Berita Harian, Minggu (19/7).
Diharapkan Beroperasi Sebelum Akhir Tahun
Pemerintah Melaka berharap seluruh rute baru tersebut dapat direalisasikan sebelum akhir tahun 2026. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil studi kelayakan bisnis dan kesiapan maskapai yang akan mengoperasikan penerbangan.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Negara Bagian Melaka juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Federal Malaysia agar seluruh fasilitas di Bandara Internasional Melaka memenuhi standar operasional penerbangan internasional.
Peluang Besar bagi Wisata dan Bisnis
Pembukaan rute langsung Melaka-Batam dipandang sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Bagi wisatawan Batam, akses menuju Melaka akan semakin mudah untuk menikmati berbagai destinasi unggulan seperti Jonker Street, A Famosa, Dutch Square, hingga wisata kuliner khas Peranakan yang menjadi daya tarik utama kota bersejarah tersebut.
Sebaliknya, wisatawan asal Malaysia juga akan memiliki akses yang lebih cepat menuju Batam yang dikenal sebagai destinasi belanja, wisata bahari, golf, kuliner, hingga pintu gerbang menuju Kepulauan Riau.
Bandara Melaka Terus Berkembang
Meski berukuran lebih kecil dibandingkan bandara internasional lain di Malaysia, Ab Rauf menilai Bandara Internasional Melaka memiliki potensi besar untuk berkembang.
Saat ini, bandara tersebut melayani sekitar 150 penerbangan latihan setiap hari yang dioperasikan oleh Malaysia Flying Academy. Dengan bertambahnya rute komersial, aktivitas penerbangan diperkirakan akan meningkat signifikan.
“Banyak maskapai mulai melihat potensi Melaka sebagai pusat penerbangan yang menjanjikan,” kata Ab Rauf.
Sebelum mengumumkan rencana tersebut, Ab Rauf juga meninjau langsung berbagai fasilitas bandara, mulai dari layanan imigrasi, area check-in, hingga ruang kedatangan penumpang untuk memastikan kesiapan menghadapi pembukaan rute internasional baru.
Melaka dan Batam Berpotensi Jadi Destinasi Twin City Wisata
Apabila rute ini resmi dibuka, Melaka dan Batam berpotensi menjadi pasangan destinasi wisata lintas negara yang saling melengkapi. Wisatawan dapat menikmati pesona kota warisan dunia UNESCO di Melaka, lalu melanjutkan perjalanan ke Batam yang menawarkan wisata pantai, resor, kuliner seafood, hingga pusat perbelanjaan bebas pajak.
Kehadiran penerbangan langsung ini juga diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat kerja sama ekonomi, serta membuka peluang investasi baru di kedua wilayah.
Jika anda tertarik wisata ke Melaka, Nadif Travel Batam punya paket wisata menarik ke sana. Segera hubungi. (dr)

Comments