Tanjungpinang – Balai Adat Indera Perkasa, yang terletak di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang memukau.
Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai tempat pertemuan para Sultan dan bangsawan Melayu. Namun kini terbuka untuk masyarakat umum sebagai objek wisata dan lokasi acara formal.
Kemegahan Arsitektur Melayu

Balai Adat Indera Perkasa Pulau Penyengat lokasinya tidak jauh dari Masjid Raya Sultan Riau (ist)
Balai Adat Indera Perkasa terdiri dari Balai Utama yang luas, dikelilingi lima balai kecil. Bangunannya yang menyerupai rumah panggung tradisional Melayu menampilkan perpaduan keindahan dan fungsionalitas.
Dari pintu utama, pengunjung disambut oleh karya Gurindam 12 yang terpajang megah di dinding. Serta pemandangan laut dan dermaga panjang yang menjorok ke lautan.
Bagian dalam balai tak kalah menarik dengan barisan foto para Sultan yang pernah memimpin, panggung pelaminan khas Melayu. Serta replika kamar pengantin berwarna kuning cerah yang dihiasi kain megah.
Baca juga: Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat: Jejak Kejayaan Islam di Kepulauan Riau
Tradisi dan Kesakralan Budaya Melayu
Balai ini juga menawarkan pengalaman unik, seperti menyewa pakaian adat Melayu. Dengan harga terjangkau Rp 25.000, pengunjung dapat mengenakan Kebaya Labuh untuk perempuan dan Teluk Belanga untuk laki-laki. Tersedia dalam tiga warna: kuning (simbol kebangsawanan), merah (keberanian), dan hijau (kesetiaan).
“Pemandu kami akan membantu pengunjung mengenakan pakaian ini, lengkap dengan aksesori seperti bros, selendang, dan tanjak,” ujar Wawan, salah satu pemandu wisata di Balai Adat.
Pengunjung dapat berfoto di pelaminan khas Melayu atau replika takhta Kesultanan. Salah satu wisatawan, Siren, mengaku puas dengan pengalaman ini.
“Selain berfoto dengan pakaian adat, kami juga belajar banyak tentang sejarah dan budaya Melayu,” katanya.
Baca juga: Makam Daeng Marewah dan Daeng Celak: Jejak Sejarah Kerajaan Melayu yang Tetap Hidup
Wisata Sejarah dan Ziarah
Balai Adat Indera Perkasa menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara, terutama dari Batam, Malaysia, dan Singapura. Selain menikmati keindahan balai, pengunjung juga sering melakukan ziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji, dua tokoh penting dalam sejarah Melayu.
Pemugaran dan Pelestarian Budaya
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga kelestarian Balai Adat ini. “Ornamen yang sudah usang akan diganti agar lebih representatif untuk acara besar,” ujarnya.
Dengan upaya pemugaran dan promosi, Balai Adat Indera Perkasa diharapkan terus menjadi simbol kejayaan budaya Melayu sekaligus destinasi wisata unggulan di Pulau Penyengat.
Jangan lewatkan pengalaman berharga ini! Kunjungi Balai Adat Indera Perkasa di Pulau Penyengat dan nikmati pesona sejarah Melayu yang tak terlupakan. (dr)
Sumber: berbagai sumber

Comments