BATAM – Makam Daeng Marewah dan Daeng Celak, yang terletak di Kampung Kota Raja, Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang, menjadi saksi sejarah kejayaan kerajaan Melayu yang pernah mempersatukan wilayah Riau, Lingga, dan Johor.

Kedua makam ini merupakan tempat yang dihormati dan sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan suku. Dalam paket Tour Bintan, ke dua makam ini masuk sebagai destinasi wisata religi.

Dikenal sebagai makam keramat, tempat ini tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga sejarah yang mendalam bagi masyarakat Melayu.

Baca juga: Pemerintah Turunkan Tarif Tiket Pesawat 10% Jelang Natal dan Tahun Baru

Makam Daeng Marewah memiliki ciri khas berupa nisan yang berselimut kain kafan berwarna kuning. Menandakan penghormatan terhadap sosok pemimpin besar.

Makam Daeng Marewah dan Daeng Celak: Jejak Sejarah Kerajaan Melayu

Makam Daeng Celak di Kampung Bugis, Tanjungpinang (dok rojali)

Kisah Daeng Marewah dan Daeng Celak

Daeng Marewah adalah Yang Dipertuan Muda I dari Kesultanan Johor yang kemudian menjadi Kesultanan Lingga. Dia seorang pemimpin yang berjasa besar dalam sejarah politik dan pemerintahan Melayu.

Saudaranya, Daeng Celak, menggantikan posisi tersebut sebagai Yang Dipertuan Muda II.

Daeng Celak juga dikenal sebagai ayah dari Raja Haji, yang kelak menjadi Yang Dipertuan Muda IV, seorang tokoh penting dalam sejarah perjuangan Melayu.

Baca juga: Masjid Agung Raja Hamidah: Ikon Baru Batam yang Menghormati Sejarah Perjuangan Perempuan Melayu

Jabatan Yang Dipertuan Muda kala itu memiliki otoritas penuh dalam menjalankan pemerintahan, termasuk mengendalikan wilayah strategis Selat Malaka.

Keberadaan makam ini menjadi pengingat akan kejayaan dan pengaruh besar Kesultanan Johor-Riau-Lingga di masa lalu.

Bagi pengunjung, tidak hanya doa yang dipanjatkan di tempat ini, tetapi juga pelajaran berharga tentang sejarah, persatuan, dan budaya Melayu yang kaya.

Makam Daeng Marewah dan Daeng Celak tidak hanya menjadi situs ziarah tetapi juga simbol keberlanjutan warisan leluhur yang terus dihormati hingga saat ini. Bagi siapa saja yang ingin lebih memahami akar budaya Melayu, mengunjungi makam ini adalah perjalanan yang penuh makna. menginggat kembali masa lampau.