BATAM – Bagi sebagian orang, makanan yang disediakan maskapai belum tentu cocok di lidah. Tak sedikit penumpang memilih membawa camilan atau bekal sendiri ke dalam pesawat agar perjalanan terasa lebih nyaman, terutama saat penerbangan jarak jauh.

Selain membantu menghemat pengeluaran, membawa makanan sendiri juga bisa menjadi pilihan lebih sehat sekaligus sesuai selera. Namun, sebelum mengemas berbagai camilan favorit ke tas kabin, ada baiknya mengetahui dulu aturan makanan yang boleh dibawa ke dalam pesawat.

Membawa makanan ke kabin sebenarnya bukan hal yang aneh. Bahkan, hal ini cukup umum dilakukan oleh penumpang pesawat, khususnya bagi mereka yang menjalani perjalanan panjang atau transit berjam-jam.

Baca juga: Bukan Lagi Bali! Batam dan Bintan Kini Jadi Buruan Turis Malaysia dan Singapura

Lalu, makanan seperti apa yang diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat?

Makanan yang Boleh Dibawa ke Dalam Pesawat

Pada dasarnya, penumpang diperbolehkan membawa makanan ke dalam pesawat, terutama makanan padat seperti roti, buah, sandwich, kue, atau camilan ringan. Jenis makanan ini umumnya aman dibawa selama dikemas dengan rapi dan tidak menimbulkan gangguan bagi penumpang lain.

Namun, aturan berbeda berlaku untuk makanan yang mengandung cairan atau kuah. Beberapa bandara masih menerapkan batas maksimal cairan yang dibawa ke kabin, yakni sekitar 100 mililiter per wadah.

Karena itu, jika ingin membawa makanan berkuah seperti sup atau makanan dengan saus, pastikan dikemas dalam wadah tertutup rapat dan tidak mudah bocor.

Disarankan menggunakan wadah kedap udara yang transparan agar proses pemeriksaan keamanan di bandara lebih cepat dan mudah.

Baca juga: Liburan ke Singapura? Jangan Lakukan 7 Hal Ini Kalau Tak Mau Kena Denda Mahal

Hindari Membawa Makanan Ini ke Kabin Pesawat

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dibawa masuk ke kabin pesawat. Salah satunya makanan beku, karena berisiko mencair selama perjalanan dan berpotensi menyebabkan masalah saat pemeriksaan keamanan.

Selain itu, hindari membungkus makanan menggunakan aluminium foil atau kertas aluminium. Material ini bisa memicu alarm saat pemeriksaan keamanan di bandara.

Tak hanya itu, di sejumlah bandara internasional, beberapa jenis makanan seperti keju lunak atau pasta tertentu bahkan dikategorikan sebagai cairan sehingga tetap mengikuti aturan pembatasan volume.

Bagaimana dengan ASI?

Bagi ibu menyusui, membawa ASI ke dalam pesawat tetap diperbolehkan. Namun, umumnya ASI harus disimpan dalam wadah khusus dengan kapasitas tertentu, misalnya hingga dua liter sesuai ketentuan di beberapa bandara.

Meski begitu, aturan tiap maskapai dan negara tujuan bisa berbeda. Karena itu, penumpang disarankan mengecek kebijakan maskapai maupun regulasi bandara sebelum keberangkatan.

Tips Membawa Makanan ke Pesawat agar Aman dan Praktis

Agar perjalanan tetap nyaman, pilih makanan yang tidak berbau menyengat, tidak mudah tumpah, dan praktis disantap selama penerbangan.

Selain itu, hindari membawa makanan dengan saus terlalu encer untuk mencegah kebocoran di tas kabin.

Memahami aturan makanan yang boleh dibawa ke dalam pesawat bisa membantu perjalanan menjadi lebih praktis, nyaman, dan bebas drama di pemeriksaan keamanan bandara. (dr)

Sumber: cnnindonesia