HUE — Kota Hue di Vietnam kembali menjadi sorotan wisatawan dunia. Bekas ibu kota kekaisaran ini memadukan kemegahan warisan imperial, ketenangan pagoda kuno, hingga pesona kontemporer yang tetap hidup hingga hari ini.

Dari benteng kerajaan yang megah, pagoda bersejarah di tepi Sungai Perfume, hingga sunset yang menawan—Hue menawarkan pengalaman wisata yang tak bisa ditemukan di kota lain.

Dilansir dari Travel + Leisure Asia, waktu terbaik mengunjungi Hue adalah akhir November hingga awal Februari ketika cuaca pagi terasa sejuk dan nyaman untuk berjalan kaki tanpa kelembapan berlebih.

Sementara Maret hingga Mei menjadi musim festival, termasuk Hue Festival yang digelar dua tahun sekali dan selalu berhasil menarik ribuan pengunjung.

Untuk perjalanan yang nyaman, wisatawan disarankan membawa pakaian katun tipis, sepatu berjalan kaki yang nyaman, pakaian sopan untuk mengunjungi tempat suci, serta topi, tabir surya, dan botol minum yang bisa digunakan kembali.

Akses Menuju Kota Hue

Penerbangan menuju Hue dapat dilakukan melalui Bandara Internasional Phu Bai, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Perjalanan dilanjutkan menggunakan taksi atau taksi online sekitar 35 menit.

Dilansir dari laman resmi Visit Vietnam, wisatawan juga bisa memilih kereta Reunification Express, bus umum, atau mobil sewaan dari Bandara Internasional Da Nang, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan menuju Hue.

5 Destinasi Wisata Utama di Kota Hue

  1. Kota Kekaisaran & Purple Forbidden City

Daya tarik utama Hue adalah Imperial City, benteng kuno yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks berdinding luas ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal para kaisar Vietnam.

Di dalamnya terdapat Purple Forbidden City, area paling sakral yang dulunya hanya boleh dimasuki oleh kaisar dan satu pelayan kepercayaannya. Kini, wisatawan dapat menyaksikan kemegahan arsitektur kuno dan sisa kejayaan Dinasti Nguyen.

  1. Pagoda Thien Mu

Dibangun tahun 1601, Pagoda Thien Mu adalah ikon spiritual Hue yang berdiri anggun di tepi Sungai Perfume. Menara Phuoc Duyen setinggi 21 meter menjadi simbol kedamaian dan salah satu struktur paling terkenal di Vietnam.

Menurut Lonely Planet, kawasan pagoda dipenuhi peninggalan bersejarah, termasuk:

Prasasti tahun 1715 di atas punggung kura-kura marmer raksasa

Paviliun bersisi enam

Lonceng raksasa dari tahun 1710 seberat 2.052 kilogram yang konon dapat terdengar hingga 10 kilometer

Masuk ke pagoda ini gratis, dan wisatawan dianjurkan datang pagi sebelum rombongan besar tiba.

  1. Makam Kaisar Nguyen
Inilah makam kaisar Vietnam yang pertama (ist)

Kawasan Hue juga dikenal dengan makam-makam megah Dinasti Nguyen, seperti Tu Duc, Minh Mang, dan Khai Dinh. Setiap makam memiliki gaya arsitektur yang unik, memadukan budaya Vietnam, pengaruh Konfusianisme, serta sentuhan kolonial Prancis.

Di sini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat perjalanan para kaisar, kehidupan mereka, hingga sejarah penyatuan Vietnam serta pengaruh militer dan politik pada masa kekaisaran.

  1. Pagoda Tu Hieu

Terletak di tengah hutan pinus yang tenang sekitar 5 kilometer dari pusat kota, Pagoda Tu Hieu dibangun tahun 1843 dan menjadi tempat penting bagi para kasim kerajaan pada masa lalu.

Kini, sekitar 70 biksu tinggal di biara ini. Pagoda Tu Hieu juga memiliki hubungan erat dengan guru Zen ternama, Thich Nhat Hanh, yang belajar di sini pada tahun 1940-an sebelum hidup dalam pengasingan selama puluhan tahun dan kembali ke Vietnam pada 2005.

  1. Jembatan Thanh Toan

Bagi wisatawan yang suka bersepeda santai, perjalanan menuju Jembatan Thanh Toan menjadi petualangan tersendiri. Jembatan beratap bergaya Jepang ini terletak di desa Thuy Thanh yang damai, sekitar 7 kilometer dari Hue.

Rute menuju jembatan akan membawa wisatawan melewati:

  1. Desa tradisional
  2. Persawahan hijau
  3. Jalur tanah bergelombang
  4. Pagoda-pagoda kecil di pedesaan

Spot ini cocok untuk menikmati sisi Hue yang lebih tenang dan alami.

Untuk informasi paket liburan ke Vietnam, anda bisa hubungi Travel Batam. (dr)