Batam – Masjid Tanwirun Naja, yang lebih dikenal sebagai Masjid Tanjak, telah menjadi ikon baru Kota Batam sejak pembangunannya pada tahun 2019.

Terletak strategis di kawasan Bandara Hang Nadim, masjid ini memadukan arsitektur modern dan tradisional Melayu. Menjadikannya daya tarik utama bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Masjid Tanjak dibangun di atas lahan seluas 15.707 meter persegi dengan bangunan utama terdiri dari dua lantai. Lantai pertama mampu menampung hingga 900 jemaah laki-laki. Sementara lantai mezanin seluas 468 meter persegi dikhususkan bagi 350 jemaah perempuan.

Baca juga: Pesona Balai Adat Indera Perkasa: Wisata Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat

Dengan total kapasitas 1.200 orang, masjid ini menyediakan fasilitas seperti kolam air mancur, taman outdoor, dan parkir VVIP, membuatnya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi.

Masjid Tanjak, Ikon Baru Kota Batam yang Mengusung Arsitektur Unik dan Berbudaya

Arsitek Masjid Tanjak di dalam sangat unik (dok bp batam)

Desain unik berbentuk tanjak, penutup kepala khas Melayu, mendapat banyak pujian, termasuk dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam peresmian pada Juni 2022, Airlangga menyebut Masjid Tanjak sebagai simbol kebangkitan Batam sebagai kota industri dan investasi pasca-pandemi COVID-19.

“Masjid ini tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga menandakan bangkitnya ekonomi Batam,” ujar Airlangga.

Menteri Luar Negeri Kedua Singapura, Mohamad Maliki Osman, juga memuji arsitektur Masjid Tanjak saat berkunjung.

Ia mengapresiasi konsep ramah lingkungan masjid ini yang dirancang dengan sirkulasi udara alami, memberikan suasana sejuk tanpa pendingin ruangan.

Baca juga: 6 Pulau Paling Berbahaya di Dunia yang Harus Dihindari Traveler

“Desainnya sungguh memukau dan kaya akan budaya Melayu,” kata Maliki usai mengikuti Shalat Jumat di masjid tersebut.

Dana Pembangunan

Masjid Tanwirun Naja dibangun dengan dana hampir Rp40 miliar selama 16 bulan, melibatkan berbagai donatur dan masyarakat Batam. Kehadirannya tidak hanya memperkaya warisan budaya dan religius kota, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal melalui peningkatan wisata religi.

Masjid ini diharapkan terus menjadi simbol keberagaman, persatuan, dan kemajuan Kota Batam, menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dengan semangat kebersamaan dan toleransi. (dr)

Sumber: berbagai sumber