BATAM – Bagi traveler pecinta kafein, liburan ke Vietnam terasa belum lengkap tanpa mencicipi kopi khasnya yang terkenal mendunia. Menariknya, saat mampir ke cafe-cafe lokal di Vietnam, traveler biasanya hanya akan menemukan pilihan menu kopi yang sederhana: kopi hitam atau kopi susu, yang bisa disajikan panas maupun dingin.
Meski sederhana, pengalaman menikmati kopi di Vietnam justru terasa unik dan autentik. Dalam daftar menu cafe, traveler akan sering menemukan nama seperti ca phe sua da dan ca phe den nong.
Baca juga: 10 Wisata Kuliner Batam yang Bikin Nagih, Nomor 4 dan 9 Wajib Dicoba Sebelum Pulang!
Ca phe sua da secara harfiah berarti “kopi + susu + es” atau kopi susu dingin khas Vietnam. Sementara ca phe den nong berarti “kopi hitam panas” yang disajikan tanpa tambahan susu.
Di kalangan wisatawan asing, terutama di kawasan wisata populer seperti Hanoi Train Street, ca phe sua da menjadi minuman favorit yang hampir selalu dipesan.
Racikannya sederhana tetapi punya cita rasa khas. Kopi Vietnam diseduh menggunakan saringan tradisional phin dengan biji kopi robusta berkualitas tinggi, lalu dipadukan dengan susu kental manis dan es batu.
Baca juga: Mau ke Singapura? Cek Jadwal Ferry Batam–Singapura Juni 2026, Ada Kenaikan Harga Tiket!
Perpaduan rasa pahit kopi robusta yang kuat dengan manis lembut susu kental menciptakan sensasi rasa yang khas dan sulit dilupakan. Ditambah es batu yang menyegarkan, kopi ini menjadi teman sempurna saat menjelajahi panasnya kota-kota di Vietnam.
Namun siapa sangka, di balik segelas ca phe sua da ternyata tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan masa kolonial Prancis.
Sejarah Kopi Susu Vietnam

Menikmati kopi susu khas Vietnam di destinasi wisata populer, Hanoi Train Street (tripzilla)
Vietnam pernah menjadi koloni Prancis pada periode 1883 hingga 1954. Saat bangsa Prancis menetap di sepanjang wilayah pesisir Vietnam, mereka membawa budaya menikmati kopi dan cafe ala Eropa, termasuk kebiasaan minum cafe au lait atau kopi susu.
Masalah muncul ketika susu segar sulit ditemukan di Vietnam. Produk susu hampir tidak dikenal dalam tradisi kuliner Asia Tenggara saat itu, sehingga orang-orang Prancis harus mengimpornya dari Eropa.
Sayangnya, perjalanan laut yang panjang membuat susu segar hampir mustahil tiba dalam kondisi baik tanpa basi. Dari sinilah inovasi mulai muncul.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, orang Prancis mulai menggunakan susu kental manis yang memiliki masa simpan jauh lebih lama karena kadar gula tinggi dan proses pengolahannya.
Selain lebih tahan lama, susu kental manis ternyata mampu menyeimbangkan rasa pahit biji kopi robusta Vietnam yang terkenal pekat dan kuat. Hasilnya, lahirlah cita rasa kopi yang lebih lembut dan mudah diterima masyarakat luas.
Sejak saat itu, ca phe sua da berkembang menjadi bagian penting budaya kuliner Vietnam dan kini menjadi salah satu minuman yang paling dicari traveler dari berbagai negara.
Bagi Anda yang tertarik menikmati langsung pengalaman wisata kopi di Vietnam, termasuk mencicipi kopi legendaris di berbagai cafe ikonik, Nadif Tour Batam menyediakan paket tour ke Vietnam yang bisa menjadi pilihan liburan praktis dan nyaman.
Jadi, sudah siap menyeruput secangkir ca phe sua da langsung di negeri asalnya? (dr)
Sumber: detik

Comments