KELANTAN – Masjid Razaleigh yang terletak di Bandar Lama, Gua Musang, Kelantan, merupakan salah satu masjid megah yang memiliki arsitektur menyerupai Masjidil Haram di Makkah. Masjid ini mulai dibangun pada akhir tahun 2016 dengan nilai lebih dari RM35.1 juta dan kini menjadi pusat ibadah serta kebanggaan masyarakat setempat.
Sejarah dan Latar Belakang
Masjid Razaleigh diinisiasi oleh Ahli Parlimen Gua Musang, YBM Tengku Razaleigh Hamzah, untuk menggantikan masjid lama yang telah usang dan tidak lagi mampu menampung jumlah jemaah yang semakin meningkat. Dibangun di atas lahan seluas 1.5 hektar, masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 99.000 kaki persegi dan mampu menampung hingga 3.500 jemaah.
Masjid ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari bangunan kayu sebelum tahun 1940-an. Bangunan awalnya hanya mampu menampung kurang dari 100 jemaah dan menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah, termasuk kekejaman komunis yang menewaskan seorang wanita hamil di dekat masjid. Pusara wanita tersebut masih berada di dalam ruang salat utama sebagai pengingat sejarah tragis itu.
Pada tahun 1978, bangunan kayu digantikan dengan bangunan batu bata dan diresmikan oleh Tengku Razaleigh Hamzah yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia. Masjid ini kemudian dinamakan Masjid Razaleigh untuk menghormati peran beliau dalam pembangunan masjid tersebut.
Baca juga: Masjid Tanjak, Ikon Baru Kota Batam yang Mengusung Arsitektur Unik dan Berbudaya
Arsitektur dan Fasilitas

Masjid Razaleigh, Gua Musang, Kelantan, Malaysia (travetopia)
Salah satu daya tarik utama Masjid Razaleigh adalah desainnya yang meniru Masjidil Haram. Masjid ini memiliki sembilan menara setinggi 30 meter dan delapan kubah megah yang menyerupai kubah di Masjidil Haram. Selain itu, masjid ini juga memiliki dua mihrab, yaitu Mihrab Dalam di ruang salat utama dan Mihrab Luar di koridor masjid, yang digunakan untuk salat berjamaah saat jumlah jemaah melimpah, seperti pada salat Idul Fitri dan Idul Adha.
Halaman masjid juga dirancang menyerupai Mataf (tempat tawaf di Masjidil Haram) dan dinamai As-Sahn Asy-Syarif. Selain itu, masjid ini dilengkapi dengan 15 pintu masuk, termasuk Pintu Raja Fahd, Pintu Raja Abdul Aziz, dan Pintu Ajyad, yang dinamai berdasarkan pintu-pintu di Masjidil Haram.
Baca juga: Masjid Agung Raja Hamidah: Ikon Baru Batam yang Menghormati Sejarah Perjuangan Perempuan Melayu
Alasan Pembangunan Masjid Baru
Pembangunan Masjid Razaleigh yang baru ini dilakukan karena beberapa alasan utama:
Pertambahan Jemaah: Seiring pertumbuhan populasi Gua Musang sejak awal 2000-an, masjid lama tidak lagi mampu menampung jumlah jemaah yang meningkat.
Lokasi Strategis: Masjid lama yang terletak di antara pemukiman tidak memiliki lahan parkir yang memadai.
Risiko Banjir: Masjid lama sering mengalami banjir karena dekat dengan Sungai Galas, menyebabkan kerusakan berulang kali.
Pada awalnya, pembangunan masjid ini sempat menghadapi beberapa kendala, termasuk kontroversi politik dan pandemi COVID-19 yang menunda peresmiannya beberapa kali. Namun, akhirnya Masjid Razaleigh resmi dibuka untuk salat dan diresmikan pada 1 April 2022.
Baca juga: Masjid Muhammad Cheng Ho Batam: Ikon Wisata Religi
Dampak dan Peran Masjid Razaleigh
Dengan selesainya pembangunan masjid ini, masyarakat Gua Musang kini memiliki tempat ibadah yang lebih luas dan nyaman. Selain menjadi pusat ibadah, Masjid Razaleigh juga berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga sekitar.
Selain itu, pembangunan masjid ini juga menginspirasi peningkatan fasilitas masjid lain di sekitar Gua Musang, seperti Masjid Taman Wangi, Masjid Nur Iman Taman Damar, Masjid Al-Muqarrabin Kg Kundur, dan Masjid At-Taqwa Kg Lembaga, yang kini tengah dalam tahap renovasi atau perencanaan pembangunan.
Masjid Razaleigh kini berdiri sebagai simbol keagamaan, sejarah, dan arsitektur Islami yang unik di Malaysia. Dengan desain megahnya yang meniru Masjidil Haram, masjid ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan jemaah dari berbagai daerah. (dr)
Sumber: travetopia

Comments