BATAM – Paspor negara-negara Eropa dikenal sebagai salah satu yang terkuat di dunia karena memberikan kemudahan akses ke lebih dari seratus negara dan destinasi. Namun, kekuatan paspor tersebut bukan berarti wisatawan Eropa selalu bisa bepergian tanpa biaya visa.
Sejumlah negara di Asia masih memberlakukan visa berbayar bagi turis asal Eropa. Bahkan, tarifnya cukup beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai jutaan rupiah.
Indonesia termasuk salah satu negara yang mengenakan biaya visa cukup tinggi. Turis Eropa yang ingin berkunjung ke Indonesia harus membayar sekitar €24 atau Rp494 ribu untuk mendapatkan visa kunjungan, berdasarkan daftar tarif yang dikutip dari Euronews.
Nominal tersebut memang bukan yang paling mahal di Asia. Namun, jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, biaya visa Indonesia masih lebih tinggi daripada India yang memiliki opsi visa turis mulai dari sekitar €8,75 atau Rp180 ribu.
Menariknya, biaya visa ke Kamboja dan Laos justru tercatat lebih mahal dibandingkan Indonesia.
Daftar Biaya Visa Turis Eropa ke Negara Asia
Berikut sejumlah negara Asia yang mengenakan biaya visa bagi wisatawan Eropa, dengan tarif termurah yang tersedia:
* Arab Saudi: €92,07 atau sekitar Rp1,895 juta
* Jepang: €81,28 atau sekitar Rp1,673 juta
* Yordania: €49,38 atau sekitar Rp1,016 juta
* Bangladesh: €43,76 atau sekitar Rp901 ribu
* Laos: €43,76 atau sekitar Rp901 ribu
* Turkmenistan: €35 atau sekitar Rp720 ribu
* Bhutan: €35 atau sekitar Rp720 ribu, ditambah * Sustainable Development Fee €87,60 atau sekitar Rp1,803 juta per malam
* Pakistan: €17,50–€30,60 atau sekitar Rp360–630 ribu
* Kamboja: €26,26 atau sekitar Rp541 ribu
* Nepal: €26,26 atau sekitar Rp541 ribu
* Indonesia: €24 atau sekitar Rp494 ribu
* Bahrain: €11,59 atau sekitar Rp239 ribu
* India: €8,75–€21,88 atau sekitar Rp180–450 ribu
Perlu diperhatikan, tarif visa dapat berbeda berdasarkan jenis visa, kewarganegaraan, lokasi pengajuan, serta tempat paspor wisatawan diterbitkan. Daftar tersebut menggunakan pilihan tarif termurah yang tersedia bagi wisatawan.
Indonesia Bukan yang Paling Mahal
Meski biaya visa Indonesia mencapai sekitar Rp494 ribu, nominal tersebut masih jauh di bawah tarif yang diberlakukan Arab Saudi dan Jepang.
Arab Saudi menjadi salah satu yang paling mahal dalam daftar tersebut dengan biaya sekitar €92,07 atau Rp1,895 juta. Sementara itu, wisatawan yang ingin berlibur ke Jepang harus menyiapkan sekitar €81,28 atau Rp1,673 juta.
Bhutan juga memiliki skema biaya yang unik. Selain tarif visa sekitar €35, wisatawan dikenakan Sustainable Development Fee sebesar €87,60 per malam, sehingga total biaya perjalanan dapat menjadi jauh lebih tinggi.
Eropa Juga Akan Terapkan ETIAS
Bukan hanya negara-negara Asia yang memberlakukan biaya bagi wisatawan asing. Uni Eropa juga menyiapkan sistem European Travel Information and Authorisation System (ETIAS) bagi wisatawan dari negara-negara yang saat ini bebas visa.
Wisatawan dari negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada dan sejumlah negara lainnya nantinya diwajibkan mengajukan ETIAS sebelum memasuki kawasan negara-negara Eropa yang menerapkannya.
Biaya ETIAS ditetapkan sebesar €20 dan izin tersebut berlaku hingga tiga tahun atau sampai masa berlaku paspor berakhir.
Dengan ETIAS, wisatawan tetap dapat melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa terkait hingga 90 hari dalam periode 180 hari.
Namun, penerapan sistem ini mengalami penundaan. Peluncuran ETIAS yang sebelumnya ditargetkan pada kuartal IV 2026 kini diperkirakan baru berlangsung pada awal 2027.
Bagi wisatawan Indonesia yang berencana liburan ke Eropa, perubahan ini tentu penting diperhatikan. Sebab, meski bukan visa konvensional, ETIAS nantinya menjadi salah satu persyaratan perjalanan yang perlu dipenuhi sebelum keberangkatan. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments