BATAM – Visa sering menjadi bagian paling bikin deg-degan sebelum liburan ke luar negeri. Dokumen yang harus disiapkan cukup banyak, biaya pengajuan tidak sedikit, dan proses menunggu hasilnya terkadang membuat wisatawan ragu untuk merencanakan perjalanan.
Namun, jangan buru-buru mengurungkan niat traveling!
Ada sejumlah negara yang menyediakan proses pengajuan visa yang relatif praktis bagi pemegang paspor Indonesia, baik melalui pengajuan online, fasilitas visa waiver untuk pemegang e-paspor, maupun prosedur yang cukup jelas dan terstruktur.
Baca juga: Jangan Cuma ke Batam! Ini 10 Wisata Karimun Kepri yang Pesonanya Bikin Terpukau
Lantas, negara mana saja yang proses visanya relatif mudah bagi wisatawan Indonesia?
Berikut daftarnya.
1. Jepang, Pemegang E-Paspor Bisa Nikmati Visa Waiver
Jepang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Selain penerbangan yang semakin mudah ditemukan, Jepang juga memiliki fasilitas bebas visa dengan registrasi pra-keberangkatan bagi pemegang e-paspor Indonesia.
Registrasi tersebut dapat dilakukan secara daring melalui Japan Visa Exemption System (JAVES). Pemegang e-paspor yang memenuhi ketentuan dapat menggunakan fasilitas visa waiver untuk kunjungan singkat, termasuk wisata.
Bagi wisatawan Indonesia yang belum memenuhi ketentuan visa waiver, pengajuan visa kunjungan sementara tetap dapat dilakukan dengan menyiapkan dokumen sesuai tujuan perjalanan.
Baca juga: Pesona Lingga, Bunda Tanah Melayu: Pantai Putih, Air Terjun hingga Jejak Kesultanan
Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan antara lain:
* Paspor yang masih berlaku.
* Formulir aplikasi visa.
* Pas foto sesuai ketentuan.
* Rencana perjalanan atau itinerary.
* Bukti akomodasi.
* Bukti perjalanan atau tiket sesuai persyaratan.
* Bukti kemampuan finansial.
* Surat keterangan pekerjaan, usaha, atau status mahasiswa bila diperlukan.
Tips: Jika memiliki e-paspor, cek terlebih dahulu apakah kamu memenuhi persyaratan registrasi visa waiver. Ini bisa membuat persiapan perjalanan ke Jepang jauh lebih praktis.
2. Australia, Pengajuan Visitor Visa Bisa Dilakukan Online
Australia mungkin terlihat seperti destinasi yang proses visanya cukup rumit. Namun, pengajuan Visitor Visa Subclass 600 untuk wisatawan yang berada di luar Australia dapat dilakukan secara online melalui sistem ImmiAccount.
Artinya, wisatawan tidak perlu mengurus seluruh proses secara manual seperti yang dibayangkan banyak orang.
Dokumen pendukung yang biasanya perlu diperhatikan antara lain:
* Paspor yang masih berlaku.
* Bukti kondisi keuangan.
* Rencana perjalanan.
* Bukti pekerjaan atau usaha.
* Bukti keterikatan dengan Indonesia.
* Dokumen keluarga atau aset jika relevan.
* Dokumen tambahan apabila diminta oleh pihak imigrasi.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan dokumen dan alasan perjalanan yang jelas. Tidak ada visa yang bisa dijamin pasti disetujui hanya karena dokumennya lengkap.
Justru, semakin jelas tujuan perjalanan dan semakin kuat bukti bahwa pemohon akan kembali ke Indonesia, semakin baik profil pengajuannya.
3. Korea Selatan, Cocok untuk Pemburu Liburan Seoul dan Busan
Demam Korea Selatan belum juga surut. Seoul, Busan, Jeju, hingga berbagai lokasi yang populer lewat drama Korea terus menjadi incaran wisatawan Indonesia.
Untuk wisatawan Indonesia yang bepergian secara individu, visa kunjungan wisata tetap menjadi salah satu persyaratan penting. Dokumen yang perlu disiapkan dapat mencakup:
* Paspor.
* Formulir aplikasi.
* Pas foto.
* Bukti kemampuan finansial.
* Surat keterangan kerja atau usaha.
* Itinerary.
* Bukti akomodasi.
* Dokumen perjalanan lainnya sesuai ketentuan.
Menariknya, pada 2026 Korea Selatan juga memiliki sejumlah kebijakan fasilitasi perjalanan bagi wisatawan tertentu. Salah satunya adalah pembebasan biaya visa kelompok wisata C-3-2 sebesar US$15 yang diperpanjang hingga 31 Desember 2026 untuk kelompok wisata yang memenuhi persyaratan dan menggunakan jalur yang ditentukan.
Jadi, kalau kamu berencana liburan ke Korea Selatan bersama rombongan, ada baiknya mengecek apakah perjalananmu masuk kategori yang memperoleh fasilitas tersebut.
4. Negara Schengen, Satu Visa Bisa Menjelajah Banyak Negara Eropa
Bermimpi keliling Eropa tetapi takut dengan urusan visa?
Visa Schengen memang membutuhkan persiapan dokumen yang cukup lengkap. Namun, keuntungannya sangat besar: satu visa Schengen dapat digunakan untuk melakukan perjalanan singkat di berbagai negara kawasan Schengen, sesuai ketentuan visa yang diberikan.
Destinasi populer seperti Prancis, Italia, Belanda, Jerman, Spanyol, Swiss, dan negara Schengen lainnya dapat masuk dalam satu rencana perjalanan.
Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan antara lain:
* Paspor yang masih berlaku.
* Formulir aplikasi.
* Pas foto.
* Bukti akomodasi.
* Itinerary perjalanan.
* Bukti transportasi.
* Bukti kemampuan finansial.
* Surat keterangan pekerjaan atau usaha.
* Asuransi perjalanan sesuai ketentuan.
* Dokumen pendukung lainnya.
Karena prosesnya cukup detail, visa Schengen sebenarnya tidak bisa disebut sebagai visa yang paling mudah. Namun, jika dokumen dan rencana perjalanan disusun dengan baik, proses pengajuan bisa menjadi lebih terarah.
Perlu diketahui pula bahwa sistem perjalanan Eropa mengalami perubahan. Entry/Exit System (EES) telah sepenuhnya beroperasi di perbatasan eksternal kawasan Schengen sejak 10 April 2026, termasuk pencatatan data perjalanan dan biometrik bagi kategori wisatawan non-Uni Eropa tertentu.
5. China, Pengurusan Visa Makin Praktis dengan Berbagai Fasilitas Baru
China juga semakin menarik bagi wisatawan Indonesia. Selain destinasi seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, dan Chengdu, berbagai kebijakan baru membuat perjalanan ke China menjadi lebih praktis.
Untuk perjalanan wisata biasa yang membutuhkan visa, pemohon tetap harus mengikuti prosedur visa China dan menyiapkan dokumen sesuai ketentuan.
Namun, ada kabar menarik: Indonesia termasuk negara yang dapat memanfaatkan fasilitas transit bebas visa 240 jam atau 10 hari di China, dengan syarat tertentu, termasuk melakukan perjalanan transit menuju negara atau wilayah ketiga menggunakan tiket lanjutan yang memenuhi ketentuan.
Kebijakan tersebut berlaku sejak 12 Juni 2025 dan terus menjadi salah satu fasilitas perjalanan penting bagi wisatawan Indonesia.
China juga telah menerapkan berbagai kemudahan perjalanan lainnya. Pada Juli 2026, Kedutaan Besar China di Indonesia kembali mempromosikan fasilitas seperti transit bebas visa 240 jam, kebijakan visa ASEAN, serta bebas visa 30 hari untuk Hainan dalam kondisi tertentu.
Sementara bagi wisatawan yang tetap membutuhkan visa China, biaya visa untuk warga negara Indonesia juga mendapatkan pengurangan hingga 31 Desember 2026, dengan tarif visa sekali masuk tercantum sebesar Rp400.000, belum termasuk biaya layanan pusat aplikasi visa jika ada.
Jadi, Negara Mana yang Paling Mudah?
Jika yang dicari adalah kemudahan proses, Jepang menjadi salah satu pilihan paling menarik, terutama bagi pemegang e-paspor Indonesia yang memenuhi syarat visa waiver.
Australia menawarkan pengajuan Visitor Visa secara online, sementara Korea Selatan memiliki sejumlah fasilitas khusus untuk wisata kelompok.
Visa Schengen memang membutuhkan dokumen lebih banyak, tetapi memungkinkan perjalanan ke banyak negara Eropa dengan satu visa.
China juga semakin menarik karena adanya berbagai fasilitas transit dan kebijakan perjalanan yang mempermudah wisatawan Indonesia.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa “mudah” bukan berarti visa pasti disetujui.
Setiap negara memiliki kebijakan imigrasi sendiri dan dapat meminta dokumen tambahan atau melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pemohon.
Tips Agar Pengajuan Visa Lebih Lancar
Sebelum mengajukan visa, jangan hanya fokus pada tiket pesawat dan hotel. Pastikan seluruh dokumen yang diminta sudah sesuai dan konsisten.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
* Pastikan paspor masih berlaku dan memiliki halaman kosong jika diperlukan.
* Siapkan rekening atau bukti finansial sesuai persyaratan negara tujuan.
* Buat itinerary yang masuk akal dan sesuai dengan durasi perjalanan.
* Pastikan data di seluruh dokumen konsisten.
* Lampirkan surat keterangan kerja atau usaha jika menjadi salah satu persyaratan.
* Jangan memberikan informasi palsu dalam aplikasi visa.
* Ajukan visa jauh sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi proses tambahan.
* Selalu periksa situs resmi kedutaan, konsulat, atau imigrasi sebelum mengajukan permohonan karena aturan dapat berubah sewaktu-waktu.
Tidak Selalu Rumit
Mengurus visa memang bisa menjadi bagian paling merepotkan dari persiapan liburan ke luar negeri. Tetapi, bukan berarti semua negara memiliki proses yang rumit.
Jepang, Australia, Korea Selatan, kawasan Schengen, dan China memiliki mekanisme perjalanan yang bisa dipertimbangkan wisatawan Indonesia, meski tingkat kemudahan dan persyaratannya berbeda-beda.
Jadi, sebelum membeli tiket pesawat, pastikan kamu sudah mengecek aturan visa terbaru berdasarkan jenis paspor, tujuan perjalanan, durasi tinggal, dan kondisi perjalananmu.
Dengan dokumen yang lengkap dan rencana perjalanan yang jelas, peluang proses pengajuan berjalan lancar tentu akan semakin besar. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments