TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang terletak di depan Kota Tanjungpinang, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya Melayu pada libur lebaran 2025.
Pulau ini menyimpan berbagai peninggalan bersejarah seperti Masjid Raya Sultan Riau, makam para raja, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, serta benteng pertahanan di Bukit Kursi.
Untuk mencapai Pulau Penyengat, wisatawan dapat menaiki perahu atau pompong dari dermaga di Jalan Pos, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Tarif sekali perjalanan hanya Rp9 ribu dengan waktu tempuh sekitar 10 menit menuju dermaga Pulau Penyengat.
Baca juga: 8 Destinasi Wisata di Batam yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Lebaran 2025
Sesampainya di pulau, wisatawan dapat menjelajahi berbagai situs sejarah dengan menggunakan becak motor yang disewakan seharga Rp50 ribu untuk tiga penumpang.

Becak motor ini bakal membawa wisatawan keliling Pulau Penyengat (dinas pariwisata kepri)
Perjalanan wisata ini biasanya memakan waktu sekitar satu jam dan mencakup kunjungan ke makam Raja Ali Haji, pencipta Gurindam Dua Belas dan peletak dasar gramatika Bahasa Melayu, serta beberapa situs bersejarah lainnya.
Salah satu daya tarik Pulau Penyengat adalah Balai Adat Indera Perkasa, tempat wisatawan dapat menyewa pakaian adat Melayu seharga Rp25 ribu untuk berfoto di pelaminan khas berwarna hijau, kuning, dan merah.
Selain wisata sejarah, pengunjung juga dapat membeli oleh-oleh khas seperti kue dram-dram dan otak-otak sebagai kenang-kenangan dari Pulau Penyengat.
Baca juga: Menikmati Wisata Malam di Singapura: 10 Destinasi Seru untuk Pengalaman Tak Terlupakan
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, menjelaskan bahwa Pulau Penyengat dijuluki sebagai “Pulau Mas Kawin” karena berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan hadiah pernikahan Sultan Mahmud Syah kepada istrinya, Engku Putri Raja Hamidah, pada tahun 1805.
Saat ini, Pulau Penyengat telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tanjungpinang berdasarkan SK Gubernur Kepri Nomor 1263 Tahun 2022.
“Pulau ini tidak hanya kaya akan nilai budaya Melayu, tetapi juga menyimpan beragam situs peninggalan sejarah Kerajaan Melayu Riau-Lingga,” kata Guntur.
Dengan nilai sejarah dan budaya yang kental, Pulau Penyengat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam sejarah Melayu. (dr)

Comments