BATAM – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk menyelamatkan sektor pariwisata nasional di tengah gejolak global. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini menggodok skema pemberian bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari sejumlah negara strategis.

Kebijakan ini diproyeksikan menjadi senjata baru untuk menjaga arus kunjungan turis asing yang mulai terganggu akibat krisis konektivitas penerbangan global, terutama imbas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa usulan bebas visa tersebut saat ini telah memasuki tahap finalisasi setelah dibahas lintas kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga: Kalah dari Vietnam! Indonesia Gagal Jadi Destinasi Wisata Favorit ASEAN Tahun 2026

“Sekarang tinggal menunggu keputusan tingkat menteri,” ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (3/6/2026).

Daftar Negara yang Berpotensi Dapat Bebas Visa ke Indonesia

Dalam skema yang disebut formula “8+1”, pemerintah membidik negara dan wilayah yang dinilai memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan berkualitas ke Indonesia.

Berikut daftar negara yang masuk radar bebas visa Indonesia:

Asia Timur & Selatan

1. Jepang
2. Korea Selatan
3. India

Oseania

4. Australia
5. Selandia Baru

Eropa Timur & Asia Tengah

6. Belarusia
7. Kazakhstan

Teritori Khusus

8. Makau

Tambahan (+1)

Pemegang izin tinggal tetap (permanent resident) Singapura.

Baca juga: Hati-hati Saat Traveling! Stempel Lucu di Paspor Bisa Batalin Liburan dan Bikin Rugi

Beberapa nama seperti Belarusia, Kazakhstan, dan Makau sebenarnya sudah masuk pembahasan awal bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kini, Kemenpar meminta dukungan DPR agar implementasi kebijakan bisa segera direalisasikan.

Kenapa Indonesia Mendadak Dorong Bebas Visa?

Langkah ini bukan tanpa alasan. Konflik geopolitik di Timur Tengah disebut mulai berdampak besar pada jalur penerbangan internasional menuju Indonesia.

Data pemantauan pemerintah hingga 27 Mei 2026 menunjukkan sebanyak 1.444 jadwal penerbangan internasional terpaksa dibatalkan akibat gangguan konektivitas global.

Dampaknya cukup serius. Indonesia diperkirakan kehilangan potensi sekitar 160.052 pergerakan wisatawan mancanegara yang batal melakukan perjalanan.

Padahal, pemerintah menargetkan kunjungan hingga 17,6 juta wisatawan asing sepanjang 2026.

Strategi Baru Pariwisata Indonesia 2026

Menghadapi situasi ini, pemerintah mulai mengubah arah strategi promosi wisata secara besar-besaran.

Jika sebelumnya pasar utama pariwisata Indonesia lebih banyak membidik wisatawan asal Eropa dan Timur Tengah, kini fokus bergeser ke pasar jarak dekat dan menengah, yakni:

1. Asia Tenggara
2. Asia Timur
3. Oseania

Selain kebijakan bebas visa, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi lain seperti promosi digital besar-besaran, pemberian insentif untuk maskapai penerbangan, penguatan anggaran pemasaran destinasi, hingga optimalisasi wisata domestik.

Dengan strategi adaptif ini, pemerintah berharap sektor pariwisata tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional, meski dunia tengah dibayangi ketidakpastian global. (dr)