BATAM — Liburan tidak selalu harus diisi dengan mengejar banyak tempat wisata dalam waktu singkat. Bagi wisatawan yang ingin melepas penat, konsep slow travel bisa menjadi pilihan untuk menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai.
Sesuai namanya, slow travel mengajak wisatawan menikmati suasana secara lebih mendalam, mengenal budaya lokal, sekaligus memberi waktu untuk beristirahat dari kesibukan. Perjalanan pun tidak hanya berfokus pada banyaknya destinasi yang dikunjungi, tetapi juga kualitas pengalaman selama berwisata.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut mendorong pengalaman wisata yang lebih berkualitas melalui program Pariwisata Naik Kelas. Indonesia memiliki sejumlah destinasi yang cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan tempo lebih lambat.
Lantas, apa saja destinasi slow travel di Indonesia yang bisa menjadi pilihan untuk healing?
1. Buleleng, Bali
Bali bagian selatan dikenal ramai oleh wisatawan. Namun, suasana berbeda bisa ditemukan di Buleleng, di sisi utara Pulau Dewata.
Wilayah ini menawarkan suasana yang lebih tenang dengan beragam pilihan wisata alam dan budaya. Wisatawan dapat mengunjungi Taman Nasional Bali Barat, menikmati pemandangan bawah laut Pulau Menjangan, melihat lumba-lumba di Pantai Lovina, atau berendam di Pemandian Air Panas Banjar.
Baca juga: Cuma Punya 1 Hari di Singapura? Ini Itinerary Wisata Muslim dari Little India hingga Kampong Glam
Buleleng juga memiliki sejumlah air terjun, seperti Air Terjun Munduk, Air Terjun Banyumala, dan Air Terjun Sekumpul.
Sementara itu, Singaraja menawarkan bangunan bersejarah yang bisa dinikmati sambil berjalan santai.
2. Ende, Nusa Tenggara Timur

Kawah di Kelimutu (ist)
Bagi wisatawan yang menyukai perpaduan sejarah, alam, dan budaya, Ende bisa menjadi pilihan menarik.
Ende memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia karena menjadi tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Wisatawan juga dapat menikmati panorama alam Kelimutu, Gunung Api Iya, serta kawasan pesisir.
Pengalaman slow travel di Ende bisa dilengkapi dengan mengunjungi kampung adat dan mengenal tradisi masyarakat setempat. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memahami kehidupan lokal.
3. Kawasan Candi Muaro Jambi, Jambi
Jika ingin melakukan perjalanan dengan nuansa sejarah dan budaya, kawasan Candi Muaro Jambi patut masuk dalam daftar.
Kawasan ini menawarkan suasana yang relatif tenang dengan pepohonan rindang dan peninggalan sejarah yang dapat dieksplorasi secara perlahan. Wisatawan juga dapat menggunakan sepeda listrik untuk berkeliling kawasan serta menikmati pengalaman kuliner lokal.
Menginap di homestay yang dikelola masyarakat sekitar dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan warga.
4. Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk destinasi populer di Tanah Air. Namun, wilayah ini tetap memiliki banyak pilihan bagi wisatawan yang ingin berlibur dengan ritme lebih santai.
Kekayaan budaya Jawa menjadi salah satu daya tarik utama. Wisatawan dapat mencoba pengalaman seperti meditasi tradisional, mandi kembang, spa dan lulur khas Jawa, atau menginap di desa wisata.
Selain menikmati tempat wisata, slow travel di Yogyakarta juga bisa dilakukan dengan menyempatkan diri menikmati kuliner tradisional dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.
5. Purwakarta, Jawa Barat

Waduk Jatiluhur, destinasi unggulan Purwakarta, Jawa Barat (ist)
Purwakarta bisa menjadi pilihan untuk liburan singkat dengan suasana yang lebih tenang.
Wilayah ini memiliki sejumlah ruang terbuka dan kawasan hijau yang cocok untuk bersantai. Wisatawan dapat mengunjungi museum, menikmati pertunjukan air mancur, atau menjelajahi kawasan Waduk Jatiluhur.
Bagi pencinta alam, terdapat pula Gunung Parang dan Gunung Bongkok.
Jangan lupa mencicipi kuliner khas Purwakarta seperti sate maranggi dan melihat kerajinan keramik di Plered.
6. Tomohon, Sulawesi Utara
Tomohon menawarkan udara sejuk dan suasana kota yang dikelilingi pegunungan di dataran tinggi Minahasa.
Wilayah yang dikenal sebagai Kota Bunga ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan tanpa terburu-buru. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi antara lain
Danau Linow, Gunung Mahawu, Bukit Doa Mahawu, Air Terjun Tekaan Telu, dan kawasan hutan pinus Lahendong.
Perjalanan juga bisa dilengkapi dengan mencicipi kuliner khas Minahasa seperti tinutuan dan ayam woku.
7. Kepulauan Kei, Maluku Tenggara
Bagi pencinta wisata bahari, Kepulauan Kei menawarkan suasana yang cocok untuk benar-benar memperlambat ritme perjalanan.
Pulau Kei Kecil menjadi salah satu pusat aktivitas wisata dengan deretan pantai yang memiliki pasir putih. Beberapa tempat yang dapat dikunjungi antara lain Pantai Ngurbloat, Pantai Ngursarnadan, Pantai Ohoidertawun,
Pantai Ngurtavur, dan Pulau Bair.
Wisatawan juga dapat menginap di homestay milik masyarakat dan menikmati kuliner khas Kei, seperti enbal serta hidangan laut segar.
Slow Travel, Liburan yang Mengutamakan Pengalaman
Tujuh destinasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak pilihan untuk wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan ritme lebih santai. Mulai dari alam, sejarah, budaya, hingga wisata bahari, semuanya bisa menjadi bagian dari pengalaman slow travel.
Konsep ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengurangi agenda padat, menikmati suasana secara lebih mendalam, dan memberi waktu untuk beristirahat selama perjalanan.
Jadi, jika ingin liburan yang lebih tenang dan tidak terburu-buru, destinasi mana yang ingin kamu kunjungi? (dr)
Sumber: detik

Comments