SINGAPURA – Singapura kembali mencuri perhatian dunia. Negara kota tersebut resmi dinobatkan sebagai negara terbaik untuk budaya dan pariwisata di Asia Tenggara tahun 2026, mengungguli negara-negara populer seperti Malaysia, Thailand, hingga Indonesia.

Pencapaian ini berdasarkan peringkat terbaru yang disusun oleh U.S. News & World Report bersama University of Pennsylvania dalam laporan global mengenai budaya dan pariwisata dunia.

Baca juga: Bukan Cuma Nagoya Hill! Ini 7 Mall Terbesar di Batam yang Selalu Ramai Wisatawan

Dalam daftar tersebut, Singapura menempati peringkat ke-22 dunia dari 100 negara dan wilayah, sekaligus menjadi negara dengan performa terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Prestasi ini membuat Negeri Singa berada di posisi teratas, disusul oleh Malaysia di posisi kedua kawasan, kemudian Thailand, Indonesia, dan Philippines.

Penilaian tahun ini dilakukan dengan pendekatan berbeda dibanding edisi sebelumnya. Jika sebelumnya berbasis persepsi dari survei ahli dan pelaku bisnis, kini peringkat disusun menggunakan metodologi berbasis data yang lebih komprehensif.

Penilaian dilakukan berdasarkan rata-rata dari dua kategori utama dengan bobot sama besar, yaitu pengaruh global serta warisan budaya dan daya tarik wisata.

Baca juga: Bukan Cuma Pantai! 5 Wisata Budaya di Bintan yang Bikin Serasa Jalan-Jalan ke Masa Lalu

Pariwisata Singapura Cetak Rekor Fantastis

Kesuksesan Singapura sebagai destinasi wisata terbaik juga tercermin dari performa sektor pariwisatanya yang terus mencetak rekor.

Media lokal melaporkan pendapatan pariwisata Singapura mencapai S$32,8 miliar pada 2025, naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan wisatawan internasional juga meningkat signifikan menjadi 16,9 juta orang.

Pada 2026, Singapura memproyeksikan jumlah wisatawan internasional akan terus bertambah menjadi 17 juta hingga 18 juta kunjungan, dengan potensi pendapatan wisata mencapai sekitar S$31 miliar hingga S$32,5 miliar.

Tak hanya itu, pemerintah Singapura juga menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat industri wisata jangka panjang.

Pemerintah mengumumkan paket pendanaan pariwisata senilai S$740 juta, meningkat drastis dibanding alokasi S$300 juta pada Tourism Development Fund 2024. Langkah ini diambil untuk memperkuat daya tahan industri wisata selama lima tahun mendatang.

Fokus Tarik Wisatawan Kapal Pesiar

Selain wisata udara, Singapura kini juga agresif membidik sektor kapal pesiar internasional. Strategi ini dilakukan di tengah tantangan perjalanan udara global akibat gangguan wilayah udara di Timur Tengah dan fluktuasi harga bahan bakar jet yang masih memengaruhi industri penerbangan.

Sebagai salah satu pusat transportasi terbesar di Asia, Singapura terus memperluas daya tarik wisatanya, mulai dari destinasi ikonik seperti Marina Bay Sands, Gardens by the Bay hingga kawasan belanja premium di Orchard Road.

Tak heran jika negara ini juga dinobatkan sebagai negara terkaya kedua di dunia setelah Swiss berdasarkan PDB per kapita tahun 2025.

Dengan pencapaian tersebut, Singapura semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dunia sekaligus pusat budaya modern di Asia Tenggara. (dr)

Sumber: cnnindonesia