BATAM – Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan tajinya! Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri bikin pelaku industri pariwisata senyum lebar — sebanyak 173.366 wisatawan mancanegara (wisman) tercatat menyerbu Kepri hanya dalam waktu satu bulan, Mei 2025!
Angka ini bukan main-main. Naik 39,05 persen dibanding April, dan lebih dahsyat lagi, lonjakan tahunan tembus 41,86 persen! Tak cuma itu, kunjungan wisatawan lokal juga ikut terkerek, naik 17,62 persen menjadi 1,71 juta perjalanan.
Baca juga: Pulau Bintan Ternyata Punya “Maldives Versi Indonesia”, Nomor 3 Bikin Melongo!
Batam jadi magnet utama dengan 140 ribu lebih wisman masuk lewat kota ini, alias 80 persen dari total kunjungan! Disusul Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang. Kabupaten Karimun mencatat lonjakan tertinggi, mencapai 48,79 persen!

Salah satu kafe di kawasan Golden City, Next Level Koffie dengan view pantai (ist)
Yang menarik, Singapura kembali jadi ‘raja wisata’ di Kepri, menyumbang 43 persen kunjungan internasional, disusul Malaysia, Tiongkok, dan India.
Berikut daftar lengkap 10 besar negara penyumbang turis ke Kepri:
Singapura – 76.409
Malaysia – 49.237
Tiongkok – 6.943
India – 6.147
Filipina – 3.809
Myanmar – 2.754
Inggris – 1.768
Jepang – 1.567
Australia – 1.496
Korea Selatan – 1.434
Namun, meski jumlah kunjungan meroket, okupansi hotel bintang justru turun tipis. TPK (Tingkat Penghunian Kamar) Mei 2025 tercatat 46,09 persen, turun dari 46,35 persen pada April. Durasi menginap pun berkurang jadi rata-rata 1,77 malam.
Baca juga: Ngaku Traveler Cerdas? Kamu Harus Tahu 8 Spot Belanja Paling Murah di Batam!
Kepala BPS Kepri, Margareta Ari Anggorowati, mengatakan lonjakan ini patut diapresiasi dan bisa menjadi sinyal kuat untuk pelaku industri wisata agar menyusun strategi jitu.
Catatan penting: Lonjakan turis belum tentu berarti lonjakan pendapatan! Perlu strategi pariwisata yang lebih agresif agar pengunjung tak cuma datang, tapi juga tinggal lebih lama dan belanja lebih banyak!
Akankah Kepri mampu menyulap ledakan turis ini menjadi ledakan ekonomi? Kita tunggu langkah cerdas berikutnya dari pelaku industri dan pemerintah daerah! (dr)

Comments