BATAM – Perjalanan berkonsep mewah atau luxury travel kini tak lagi sebatas menginap di hotel berbintang lima atau terbang dengan jet canggih. Tren terbaru menunjukkan, wisatawan kelas atas justru semakin memburu pengalaman otentik yang memberi makna lebih dalam selama perjalanan.

Hal ini diungkapkan Angeline Tang, Account Manager Member Relations North and South East Asia Virtuoso, jaringan global terkemuka di bidang luxury travel dan pengalaman perjalanan eksklusif. Menurutnya, esensi luxury travel saat ini terletak pada interaksi langsung dengan budaya dan masyarakat lokal.

“Lebih banyak pengalaman, bagaimana turis langsung berinteraksi dengan masyarakat lokal. Mereka ingin datang ke tempat yang tidak biasa dan mendapatkan pengalaman bermakna,” ujar Angeline saat ditemui dalam acara Smailing Tour x Virtuoso di Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).

Turis Kaya Tak Lagi Cari Kemewahan Instan

Angeline menjelaskan, wisatawan asal Eropa misalnya, kerap memilih Asia sebagai destinasi saat musim dingin. Bukan semata karena cuaca, tetapi karena keinginan untuk merasakan suasana baru yang kontras dengan rutinitas mereka.

“Setiap tahun mereka menghadapi musim dingin. Maka ketika ke Asia, mereka mencari musim panas dan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Perbedaan mendasar antara wisata biasa dan luxury travel, lanjut Angeline, bukan hanya pada destinasi, tetapi pada aktivitas dan nilai pengalaman yang didapatkan wisatawan.

Ia mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Sri Lanka. Alih-alih mengikuti jalur wisata umum, ia justru diajak memanjat tebing dan mengunjungi sentra gerabah tradisional, serta berinteraksi langsung dengan komunitas lokal.

“Kami melakukan apa yang masyarakat lokal lakukan. Di situlah letak kemewahannya,” ujarnya.

Interaksi ini dinilai tidak hanya memberi pengalaman mendalam bagi turis, tetapi juga berdampak positif bagi destinasi, mulai dari pelestarian budaya hingga perputaran ekonomi lokal.

Waktu Jadi Simbol Kemewahan Baru

Menurut Angeline, definisi luxury travel kini juga bergeser pada waktu dan kesempatan.

“Belakangan ini, waktu adalah sesuatu yang mewah. Jika kamu punya waktu, itu membuka lebih banyak kesempatan untuk pergi ke mana pun,” katanya.

Setiap wisatawan memiliki definisi luxury yang berbeda, tergantung pengalaman yang ingin diraih. Karena itu, luxury travel memungkinkan perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel—mulai dari bujet, waktu, hingga pengalaman yang sangat personal.

Selain hotel dan transportasi mewah, layanan personal dan kualitas hospitality menjadi faktor penentu utama dalam perjalanan kelas atas.

Pasar Luxury Travel Tembus Triliunan Dolar

Peluang pasar luxury travel pun kian menjanjikan. Agen perjalanan Smailing Tour mengungkapkan, berdasarkan riset IMARC Group, pasar global luxury travel mencapai 2,2295 triliun dolar AS pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh stabil dengan rata-rata 3,82 persen per tahun hingga 2033.

“Kalau Indonesia bisa mendapatkan dua hingga tiga persen saja dari turis luxury, itu sudah peluang besar,” kata President & CEO Smailing Tour, Anthony Akili.

Anthony menambahkan, meski jumlah wisatawan luxury relatif sedikit, mereka cenderung tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih besar di destinasi.

“Pemerintah juga menginginkan kualitas turis, bukan sekadar jumlah,” ujarnya.

Tren ini sejalan dengan Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024/2025, yang mencatat tingginya minat wisatawan terhadap cultural immersion (58,97 persen), wellness tourism (56,41 persen), dan eco-tourism (46,15 persen)—tiga pilar utama dalam luxury travel modern.

Smailing Tour Gandeng Virtuoso, Bidik Wisatawan Kelas Dunia

Melihat peluang besar tersebut, Smailing Tour memperkuat ekosistem luxury travel dengan bergabung dalam jaringan global Virtuoso, yang menaungi agensi perjalanan terbaik di dunia.

Keanggotaan ini membuka akses eksklusif ke berbagai penyedia layanan travel kelas dunia, sekaligus memungkinkan penyusunan itinerary yang sangat personal dan bernilai tinggi bagi klien.

“Afiliasi ini memungkinkan kami membangun hubungan langsung dengan penyedia luxury travel terbaik dunia, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin personal,” pungkas Anthony. (dr)

Sumber: msn