BATAM – Tidur nyenyak di pesawat kerap menjadi tantangan besar bagi banyak wisatawan, terutama saat penerbangan malam, rute internasional, atau ketika harus beristirahat di tengah perjalanan panjang. Suhu kabin yang berubah-ubah, kebisingan mesin, kursi sempit, hingga jet lag sering menjadi penghalang utama.

Dua pramugari berpengalaman, Katie Storck dari Southwest Airlines dan Andrea Davis dari Delta Air Lines, membagikan enam strategi efektif agar penumpang tetap bisa tidur nyaman meski berada di ketinggian 30 ribu kaki.

  1. Berpakaian yang Mendukung Tidur

Gunakan pakaian berlapis untuk mengantisipasi fluktuasi suhu kabin. Hoodie atau selendang besar bisa berfungsi ganda sebagai selimut atau bantal darurat. Pilih celana jogger, kaus kaki hangat, dan sepatu slip-on agar mudah dilepas.

“Suhu di pesawat bisa sangat berfluktuasi, sehingga lapisan pakaian memberi fleksibilitas,” ujar Katie Storck.

  1. Siapkan Aksesori Pendukung Tidur

Bantal leher berkualitas tinggi sangat penting untuk mencegah nyeri leher. Storck menegaskan bahwa bantal murah sering kali tidak efektif.

Sementara itu, Andrea Davis merekomendasikan masker mata, terutama yang memiliki bobot ringan.

“Masker mata berbobot membantu menenangkan pikiran dan mempercepat tidur, terutama saat menyesuaikan zona waktu,” katanya.

  1. Redam Kebisingan Sekitar

Gunakan earbud, penyumbat telinga, atau headphone peredam kebisingan. Putar white noise, musik relaksasi, atau meditasi agar suara mesin pesawat tidak mengganggu kualitas tidur.

“Lebih baik membawa perlengkapan sendiri untuk berjaga-jaga,” ujar Davis.

  1. Atur Waktu Tidur dengan Bijak

Usahakan tidur mendekati jam malam di zona waktu tujuan agar tubuh lebih cepat beradaptasi. Hindari alkohol dan kafein sebelum tidur. Suplemen melatonin atau teh herbal bisa membantu, sementara aplikasi seperti Timeshifter dapat menjadi panduan mengatur ritme tidur.

  1. Optimalkan Kursi yang Tersedia

Kursi dekat jendela ideal untuk bersandar dan meminimalkan gangguan. Penumpang bertubuh pendek bisa mengganjal kaki dengan tas untuk mencegah pembengkakan, sementara penumpang tinggi disarankan memilih kursi bulkhead atau baris pintu darurat.

Kencangkan sabuk pengaman di atas selimut agar kru tidak perlu membangunkan Anda saat pengecekan.

“Menopang leher saat tidur dalam posisi duduk sangat membantu,” jelas Storck.

  1. Bangun Rutinitas Sebelum Tidur

Ciptakan ritual sederhana seperti memakai masker mata, merapikan meja lipat, meminum air putih atau teh herbal, serta meredupkan lampu pribadi.

“Semakin nyaman Anda, semakin mudah tubuh rileks dan tertidur,” kata Storck.

Dengan persiapan yang tepat, tidur di pesawat bukan lagi hal mustahil. Enam trik ini bisa membuat perjalanan jauh terasa lebih segar dan menyenangkan saat tiba di tujuan. (dr)

Sumber: tempo