TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang terletak di depan Kota Tanjungpinang, menawarkan pesona wisata sejarah dan budaya Melayu yang kaya. Pulau ini menyimpan berbagai peninggalan bersejarah, seperti Masjid Raya Sultan Riau, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.
Dikenal sebagai Pulau Mas Kawin, Penyengat memiliki sejarah unik sebagai hadiah pernikahan Sultan Mahmud Syah kepada istrinya, Engku Putri Raja Hamidah, pada tahun 1805.
Penetapan Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata unggulan telah diresmikan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, melalui SK Nomor 1263 tahun 2022.
Baca juga: Kasta Coffee: Tempat Nongkrong Estetik dan Ramah Kantong di Batam
Cara Menuju Pulau Penyengat
Untuk mencapai pulau ini, wisatawan perlu menggunakan perahu atau pompong dari Dermaga Pelabuhan di Jalan Pos, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Tarif perjalanan hanya Rp 9.000 sekali jalan dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.
Setibanya di Pulau Penyengat, wisatawan dapat menjelajahi lokasi dengan menggunakan becak motor. Tarif untuk satu perjalanan wisata menggunakan becak motor adalah Rp 50.000 untuk tiga orang penumpang, dengan durasi perjalanan sekitar satu jam.
“Wisatawan bisa singgah lebih lama di lokasi-lokasi tertentu, lalu kami jemput kembali sesuai permintaan,” ujar Kosim, salah satu pengemudi becak motor.
Baca juga: Bukit Senyum Batam: Destinasi Tersembunyi dengan Pemandangan Indah ke Singapura
Tempat Wisata Unggulan di Pulau Penyengat

Makam Raja ALi Haji di Pulau Penyengat (foto dr)
1. Makam Raja Ali Haji
Penulis Gurindam Dua Belas dan peletak dasar gramatika Bahasa Melayu.
2. Masjid Raya Sultan Riau
Salah satu ikon utama pulau dengan arsitektur khas Melayu.
3. Balai Adat Indera Perkasa
Bangunan ini menampilkan pelaminan megah dengan warna hijau, kuning, dan merah khas Melayu. Balai ini juga menyediakan penyewaan pakaian adat untuk foto seharga Rp 25.000.
Hariawan, anggota Pokdarwis Pulau Penyengat, menyebutkan bahwa pakaian adat tersedia untuk semua usia, lengkap dengan atributnya. “Banyak pengunjung yang menyewa untuk berfoto di pelaminan kami,” katanya.
Oleh-Oleh Khas
Wisatawan biasanya membawa pulang kue Dram Dram dan otak-otak sebagai oleh-oleh khas Pulau Penyengat.
Keindahan Warisan Budaya

Motor listrik di depan Masjid Sultan Riau siap membawa wisatawan keliling Pulau Penyengat (dok dinas pariwisata kepri)
Yana, wisatawan asal Batam yang rutin berkunjung, mengaku takjub dengan keindahan dan nilai sejarah Pulau Penyengat.
“Kami selalu ziarah ke makam Raja Ali Haji, lalu ke Engku Putri, dan Balai Adat ini. Pulau Penyengat memang luar biasa,” ujarnya.
Kadispar Kepri, Guntur Sakti, menegaskan bahwa Pulau Penyengat adalah simbol penting warisan budaya Melayu. “Pulau ini menyimpan nilai-nilai sejarah Kerajaan Melayu Riau-Lingga dan menjadi daya tarik pariwisata utama di Tanjungpinang,” tutupnya. (dr)

Comments