BATAM – Power bank kini menjadi “nyawa kedua” bagi para pelancong. Bagaimana tidak? Hampir semua aktivitas saat traveling bergantung pada ponsel—mulai dari komunikasi, navigasi, boarding pass, hingga bukti pemesanan hotel.

Tapi, tahukah kamu kalau benda kecil ini ternyata bisa memicu kebakaran di udara?

Insiden mengerikan terjadi pada Maret lalu, ketika pesawat Air Busan terbakar karena power bank yang rusak disimpan di kompartemen atas. Tragedi ini langsung menyulut alarm bahaya di industri penerbangan dunia.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Museum Modern Ini Simpan Jejak Kejayaan Melayu di Batam!

Sejak kejadian itu, berbagai maskapai ternama seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Thai Airways, hingga Southwest Airlines di Amerika Serikat mulai mengetatkan aturan terkait penggunaan power bank dalam pesawat. Bahkan, beberapa maskapai melarang total penggunaannya selama penerbangan!

Southwest Airlines misalnya, sejak 28 Mei mewajibkan penumpang untuk tidak menyimpan power bank di dalam tas. Alasannya? Agar kru bisa segera menangani jika terjadi overheat atau bahkan kebakaran. Penumpang kini hanya boleh mengisi daya jika power bank berada di tempat yang terlihat jelas.

Hal serupa juga terjadi di Hong Kong dan Taiwan. EVA Airways melarang penggunaan dan pengisian power bank selama terbang, sementara otoritas Hong Kong melarang penyimpanan power bank di kompartemen atas setelah kejadian kebakaran di pesawat Hong Kong Airlines.

Bahkan, mulai 1 April 2025, Singapore Airlines akan melarang keras pengisian daya power bank melalui port USB pesawat, atau bahkan penggunaannya untuk mengisi perangkat pribadi di udara!

Baca juga: Menjelajahi Sejarah dan Alam dalam Paket Wisata 4H3M Batam, Pulau Penyengat, dan Bintan

Power Bank Kamu Aman?

Natalie Wilson, penulis perjalanan dari The Independent, memperingatkan bahwa meskipun penumpang boleh membawa power bank, tetap ada batasan kapasitas—maksimal 100 Wh, dan hanya boleh dua unit per penumpang. Lebih dari itu? Bisa ditolak naik pesawat!

Menurut Glenn Bradley dari Otoritas Penerbangan Sipil Inggris, baterai lithium seperti di power bank bisa menyebabkan kebakaran hebat jika rusak atau tertekan. Oleh karena itu, baterai cadangan dan power bank wajib masuk kabin, dimatikan sepenuhnya, dan tidak boleh dalam mode standby.

Pemerintah Korea Selatan bahkan sudah lebih dulu bergerak cepat dengan membatasi penumpang hanya boleh membawa maksimal lima power bank, masing-masing tidak boleh melebihi 100 watt-jam.

Jadi, sebelum packing untuk liburanmu berikutnya, pastikan kamu mengecek kapasitas power bank dan membaca aturan maskapai yang kamu gunakan. Salah sedikit, bisa-bisa kamu bukan cuma dilarang terbang—tapi juga membahayakan seluruh penumpang di pesawat! (r)

Sumber: tempo