BATAM – Pesan hotel palsu hingga pemberitahuan penerbangan fiktif kini bisa terlihat sangat meyakinkan. Kenali 5 modus penipuan perjalanan, scam travel ini agar liburan tetap aman dan uang tidak melayang.

Merencanakan perjalanan kini tidak cukup hanya memikirkan tiket, hotel, dan itinerary. Wisatawan juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan perjalanan yang semakin sulit dikenali.

Pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan data yang diperoleh secara ilegal untuk membuat situs, email, maupun pesan yang menyerupai komunikasi resmi dari hotel atau maskapai. Bahkan, informasi yang digunakan terkadang berkaitan dengan reservasi asli sehingga korban semakin mudah percaya.

Baca juga: Mau Liburan ke Singapura? Hindari 10 Larangan Ini atau Siap-Siap Didenda!

Karena itu, jangan terburu-buru mengeklik tautan atau melakukan pembayaran hanya karena mendapat pesan yang terlihat resmi. Berikut sejumlah modus penipuan wisata yang perlu diwaspadai.

1. Mendadak Ada Masalah dengan Reservasi Hotel

Bayangkan sedang bersiap menikmati liburan, tiba-tiba muncul pesan yang mengabarkan pembayaran hotel bermasalah. Anda diminta segera mengeklik tautan untuk memperbarui pembayaran agar reservasi tidak dibatalkan.

Baca juga: Jangan Cuma Foto-Foto! Tempat Belanja Murah di Singapura yang Bikin Liburan Makin Seru

Modus seperti ini patut dicurigai. Penipu bisa menggunakan data reservasi asli untuk membuat pesan terlihat meyakinkan.

Jika menerima pemberitahuan tersebut, jangan langsung mengeklik tautannya. Hubungi hotel melalui situs resmi dan gunakan nomor kontak yang tercantum di sana untuk memastikan status reservasi.

2. Dapat Pesan Penerbangan Dibatalkan? Jangan Panik

Pemberitahuan penerbangan batal atau tertunda bisa membuat wisatawan panik, terutama jika perjalanan sudah dekat. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan penipu dengan menawarkan bantuan pemesanan ulang melalui tautan tertentu dan meminta biaya tambahan.

Sebelum melakukan apa pun, cek status penerbangan melalui situs, aplikasi, atau kanal resmi maskapai.

Jika memang terjadi pembatalan, lakukan perubahan jadwal atau pemesanan ulang melalui maskapai maupun platform tempat tiket dibeli.

3. Jangan Pamer Foto Boarding Pass

Mengunggah foto tiket atau boarding pass sebelum terbang mungkin terlihat sepele. Namun, dokumen perjalanan dapat memuat informasi yang sebaiknya tidak diketahui publik.

Barcode atau kode QR pada tiket dapat menyimpan data tertentu terkait perjalanan. Karena itu, cara paling aman adalah tidak membagikan foto tiket pesawat dan dokumen perjalanan di media sosial.

Kalaupun ingin mengunggah momen sebelum keberangkatan, sebaiknya hindari memperlihatkan detail tiket secara utuh.

4. Waspadai QR Code Palsu di Tempat Makan

QR code kini menjadi metode pembayaran yang praktis, tetapi kemudahan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.

Pelaku dapat menempelkan QR code palsu di atas kode pembayaran yang sebenarnya. Saat dipindai, wisatawan bisa diarahkan ke halaman pembayaran yang dibuat untuk menipu.

Sebelum memindai, perhatikan kondisi kode QR. Jika terlihat seperti stiker baru yang ditempel di atas kode sebelumnya atau tampak mencurigakan, tanyakan langsung kepada staf dan gunakan metode pembayaran lain.

5. Wi-Fi Gratis Bisa Jadi Jebakan

Wi-Fi publik di bandara, hotel, kafe, hingga tempat wisata memang sangat membantu ketika kuota internet terbatas. Namun, jangan asal terhubung ke jaringan yang namanya terlihat resmi.

Penipu dapat membuat jaringan yang menyerupai Wi-Fi asli untuk mengelabui pengguna. Ketika perangkat terhubung, data pribadi atau aktivitas internet berpotensi disalahgunakan.

Jika harus menggunakan Wi-Fi publik, batasi aktivitas untuk kebutuhan sederhana seperti mencari rute atau informasi destinasi. Hindari membuka mobile banking, email penting, atau layanan sensitif melalui jaringan yang tidak benar-benar dipercaya.

Scam Travel Makin Sulit Dibedakan dari Pesan Resmi

Dulu, pesan penipuan mungkin mudah dikenali dari bahasa yang berantakan atau situs dengan tampilan mencurigakan. Kini, teknologi AI membuat pelaku dapat menghasilkan komunikasi yang jauh lebih rapi dan meyakinkan.

Ditambah penggunaan data asli, penipuan perjalanan bahkan bisa terasa seperti komunikasi yang memang sedang ditunggu wisatawan.

Karena itu, jangan biarkan rasa panik mengambil alih saat menerima pesan tentang pembayaran, reservasi, atau perubahan perjalanan. Berhenti sejenak, periksa informasi melalui kanal resmi, lalu pastikan semuanya benar sebelum mengambil tindakan.

Liburan yang aman bukan hanya soal memilih destinasi yang tepat, tetapi juga melindungi data, uang, dan informasi perjalanan sejak sebelum berangkat. (dr)

Sumber: kompas