BATAM – Pernah sadar kalau kamar hotel hampir tidak pernah memiliki jam dinding? Padahal, benda sederhana ini sangat umum ditemukan di rumah, kantor, bahkan ruang publik.
Ketiadaan jam dinding di kamar hotel ternyata bukan sekadar masalah desain interior. Ada sejumlah alasan di balik keputusan tersebut, mulai dari kenyamanan dan psikologi tamu hingga efisiensi operasional hotel.
Baca juga: Bolehkah Ambil Sarapan Hotel untuk Dimakan di Kamar? Begini Etika yang Benar
Mengutip Parador Hotels, tidak memasang jam dinding menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana menginap yang lebih santai sehingga tamu bisa menikmati waktu berlibur tanpa terus-menerus merasa dikejar jadwal.
Lantas, kenapa hotel memilih tidak menyediakan jam di kamar?
1. Membuat Tamu Lebih Rileks Saat Menginap
Salah satu alasan utama berkaitan dengan psikologi tamu.
Ketika sedang berlibur, melihat waktu terus berjalan melalui jam yang terpampang di dinding dapat membuat seseorang secara tidak sadar merasa harus segera melakukan sesuatu.
Baca juga: Raja Ali Haji dan Pulau Penyengat: Kisah Pujangga yang Mengubah Sejarah Bahasa Indonesia
Tanpa jam dinding, suasana kamar terasa lebih tenang. Tamu dapat beristirahat, bersantai, atau menikmati waktu luang tanpa terus memikirkan berapa lama waktu yang sudah berlalu.
Bagi hotel, suasana seperti ini tentu menjadi bagian penting dari pengalaman menginap.
2. Detakan Jam Bisa Mengganggu Tidur
Alasan lainnya ternyata cukup sederhana: suara detakan jam.
Pada siang hari, suara ticking mungkin hampir tidak terdengar. Namun, ketika suasana kamar menjadi sangat hening pada malam hari, suara detakan tersebut bisa terasa lebih jelas.
Bagi tamu yang sensitif terhadap suara ketika tidur, detakan jam yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengganggu kualitas istirahat.
Karena itu, menghilangkan jam dinding dapat menjadi salah satu cara hotel menciptakan lingkungan kamar yang lebih nyaman dan minim gangguan suara.
3. Mengurangi Stres Menjelang Check-out
Ini mungkin alasan yang paling menarik.
Bayangkan ketika pagi hari hendak meninggalkan hotel, lalu sebuah jam besar di dinding terus menunjukkan waktu yang semakin mendekati batas check-out.
Tanpa disadari, kondisi tersebut bisa membuat tamu merasa terburu-buru.
Mereka mulai menghitung waktu untuk mandi, sarapan, membereskan koper hingga menuju lobi. Jam yang seharusnya membantu justru dapat menjadi pengingat bahwa waktu liburan segera berakhir.
Dengan tidak memasang jam dinding, hotel menciptakan suasana yang terasa lebih santai di dalam kamar.
4. Tamu Sudah Membawa Jam Sendiri
Perkembangan teknologi juga membuat keberadaan jam dinding di kamar hotel semakin tidak penting.
Hampir setiap wisatawan kini membawa smartphone yang dilengkapi penunjuk waktu. Sebagian bahkan menggunakan smartwatch atau perangkat elektronik lainnya.
Artinya, kebutuhan untuk mengetahui waktu sebenarnya sudah bisa dipenuhi oleh perangkat pribadi.
Hotel pun tidak perlu menyediakan fasilitas yang sudah dimiliki hampir semua tamu.
5. Hotel Bisa Menghemat Biaya Operasional
Ada pula alasan yang sangat praktis: efisiensi biaya.
Hotel dengan ratusan kamar tentu membutuhkan ratusan unit jam jika setiap kamar harus dilengkapi jam dinding.
Selain biaya pembelian dan pemasangan, pengelola juga harus memikirkan perawatan, kerusakan, hingga penggantian baterai secara berkala.
Dengan menghilangkan jam dinding dari kamar, biaya tersebut dapat ditekan.
Meski nominalnya mungkin terlihat kecil untuk satu kamar, penghematan bisa menjadi cukup berarti jika diterapkan pada ratusan kamar dalam sebuah hotel.
6. Ada Wake-up Call untuk Tamu yang Takut Kesiangan
Tidak memiliki jam dinding bukan berarti tamu tidak bisa mendapatkan bantuan untuk bangun tepat waktu.
Banyak hotel menyediakan layanan wake-up call, yakni panggilan telepon dari pihak hotel pada waktu yang telah diminta tamu.
Fasilitas ini sangat berguna bagi wisatawan yang harus mengejar penerbangan pagi, mengikuti tur, menghadiri acara, atau melakukan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Dengan begitu, hotel tetap bisa membantu tamu mengatur waktu tanpa harus memasang jam dinding di setiap kamar.
Jadi, Kenapa Tidak Ada Jam di Kamar Hotel?
Ketiadaan jam dinding di kamar hotel ternyata merupakan kombinasi dari berbagai pertimbangan.
Hotel ingin menciptakan suasana yang tenang dan rileks, mengurangi potensi gangguan suara, serta mencegah tamu terlalu fokus pada waktu dan batas check-out.
Di sisi lain, perkembangan smartphone membuat jam dinding semakin tidak dibutuhkan. Dari perspektif pengelola hotel, keputusan tersebut juga membantu mengurangi biaya pengadaan dan pemeliharaan.
Jadi, kalau kamu menginap di hotel dan tidak menemukan jam dinding di kamar, jangan mengira hotel lupa memasangnya. Bisa jadi, justru itulah bagian dari pengalaman menginap yang sengaja dirancang agar kamu bisa lebih santai menikmati liburan.
Dan menariknya, benda yang tidak ada di kamar hotel tersebut ternyata memiliki alasan yang cukup panjang di baliknya. (dr)

Comments