BATAM – Saat kamu menginap di hotel, pasti sudah terbiasa melihat fasilitas yang super lengkap — mulai dari televisi, teko listrik, hingga pengering rambut. Tapi, pernahkah kamu sadar ada satu benda sederhana yang selalu hilang dari kamar hotel? Ya, jam dinding.

Meski benda ini terasa penting di rumah atau kantor, hotel-hotel di seluruh dunia justru jarang menempatkannya di kamar tamu.

Ternyata, alasan di balik ketiadaan jam dinding bukan sekadar soal estetika, tapi juga menyangkut kenyamanan psikologis dan efisiensi operasional hotel.

Baca juga: Dari Kuala Lumpur hingga Langkawi, Ini 13 Tempat Wisata Malaysia yang Bikin Anak Betah Seharian!

Yuk, simak penjelasannya! 👇

1. Menghindari Kecemasan dan Membuat Tamu Lebih Rileks

Melansir NDTV Travel, kamar hotel dirancang agar tamu bisa beristirahat maksimal setelah hari yang panjang.
Tanpa jam dinding yang terus berdetak atau menunjukkan waktu, tamu bisa lebih santai tanpa merasa terburu-buru.

Banyak orang datang ke hotel bukan hanya untuk tidur, tetapi juga untuk melarikan diri dari rutinitas. Dengan tidak adanya jam, tamu bisa menikmati waktu tanpa tekanan — inilah bentuk “escape” sesungguhnya yang ingin ditawarkan hotel.

2. Jam Dinding Menghindari Kebingungan Zona Waktu

Ilustrasi jam dinding

Hotel internasional sering menampung tamu dari berbagai negara. Jika kamar memiliki jam dinding yang disetel ke waktu lokal, hal itu bisa membingungkan tamu yang baru saja tiba dari zona waktu berbeda.

Bayangkan baru mendarat dari Tokyo ke Jakarta dan melihat jam menunjukkan pukul 8 pagi — padahal tubuhmu masih merasa pukul 10. Itulah sebabnya, banyak hotel memilih tidak menempatkan jam dinding untuk menghindari kebingungan ini.

Baca juga: Cara Aktifkan Roaming Indosat dan XL di Luar Negeri, Bisa Internetan hingga 100 GB di Singapura dan Malaysia!

3. Mengurangi Biaya dan Beban Pemeliharaan

Jam dinding terlihat sepele, tapi bagi hotel dengan ratusan kamar, biaya pemeliharaannya tidak kecil. Mulai dari mengganti baterai, membersihkan debu, hingga memperbaiki jam yang rusak — semua itu menambah beban kerja staf dan biaya operasional.

Dengan tidak menempatkan jam di kamar, hotel bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya, tanpa mengurangi kenyamanan tamu.

4. Teknologi Sudah Menggantikan Peran Jam Dinding

Di era modern ini, hampir semua tamu membawa perangkat digital seperti smartphone, smartwatch, atau laptop yang menampilkan waktu secara otomatis sesuai lokasi.

Karena itu, jam dinding kini dianggap tidak lagi esensial di kamar hotel. Tamu bisa memeriksa waktu dengan mudah melalui perangkat pribadinya, bahkan dengan zona waktu yang sudah disesuaikan secara otomatis.

Kesimpulan: Efisien, Estetis, dan Lebih Nyaman

Meski terasa aneh bagi sebagian orang, tidak adanya jam dinding di kamar hotel ternyata adalah keputusan yang disengaja.

Langkah ini bukan hanya menjaga tampilan kamar tetap minimalis dan elegan, tetapi juga membantu tamu untuk beristirahat tanpa tekanan waktu.

Jadi, saat kamu menginap dan menyadari tidak ada jam di dinding kamar, kini kamu tahu alasannya — bukan karena lupa dipasang, tapi karena hotel ingin kamu benar-benar menikmati waktu tanpa batas. (dr)

Sumber: kompas