BATAM – Pemegang paspor Indonesia masih harus menghadapi persaingan dengan sejumlah negara Asia Tenggara dalam hal kemudahan bepergian ke luar negeri. Berdasarkan data Henley Passport Index yang disampaikan dalam materi ini, paspor Indonesia berada di peringkat ke-68 dunia, dengan akses ke 73 negara atau destinasi tanpa harus mengajukan visa terlebih dahulu.
Posisi tersebut membuat Indonesia tertinggal dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, bahkan Timor Leste dalam perbandingan kekuatan paspor di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: 5 Fakta Masjid Apung Ancol yang Baru Diresmikan, Arsitekturnya Terinspirasi Bahtera Kapal!
Henley Passport Index merupakan pemeringkatan paspor internasional yang menggunakan data dari International Air Transport Association (IATA). Penilaian ini didasarkan pada jumlah destinasi yang dapat dikunjungi pemegang paspor tanpa visa sebelumnya, termasuk melalui fasilitas tertentu seperti visa on arrival dan electronic travel authorization sesuai metodologi indeks.
Singapura Masih Jadi Pemilik Paspor Terkuat
Dalam daftar yang menjadi acuan pemberitaan ini, Singapura menempati peringkat pertama dunia. Pemegang paspor negara tersebut memiliki akses ke 193 destinasi tanpa perlu mengurus visa sebelum keberangkatan.
Baca juga: Mau Liburan ke Malaysia? Kabut Asap dan Cuaca Buruk Ancam Wisata Bahari, Simak Tips Amannya!
Keunggulan itu menempatkan Singapura jauh di atas Indonesia dalam hal mobilitas internasional. Warga Singapura memiliki lebih banyak pilihan destinasi untuk perjalanan wisata, bisnis, maupun kunjungan singkat tanpa harus melalui proses pengajuan visa terlebih dahulu.
Malaysia juga mencatatkan posisi yang kuat. Negara tetangga Indonesia itu berada di peringkat ke-10 dunia, dengan akses ke 181 destinasi.
Perbedaan tersebut memperlihatkan kesenjangan kekuatan paspor di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam kemudahan perjalanan internasional.
Brunei dan Timor Leste Ungguli Indonesia
Persaingan di kawasan ASEAN tidak hanya didominasi Singapura dan Malaysia. Brunei Darussalam serta Timor Leste juga tercatat memiliki keunggulan dibandingkan Indonesia dalam data yang disampaikan.
Brunei Darussalam berada di peringkat ketiga Asia Tenggara dengan akses ke 164 destinasi. Sementara itu, Timor Leste tercatat memiliki akses ke 94 destinasi, lebih banyak dibandingkan Indonesia yang mencapai 73 destinasi.
Thailand juga berada di atas Indonesia, dengan akses ke 80 destinasi.
Kondisi tersebut membuat Indonesia menempati posisi keenam di antara negara-negara Asia Tenggara dalam daftar yang digunakan sebagai acuan artikel ini.
Daftar Kekuatan Paspor Negara Asia Tenggara
Berikut daftar peringkat paspor negara-negara Asia Tenggara beserta jumlah destinasi yang dapat diakses tanpa visa sebelumnya, berdasarkan data dalam materi yang menjadi acuan:
1. Singapura: 193 destinasi
2. Malaysia: 181 destinasi
3. Brunei Darussalam: 164 destinasi
4. Timor Leste: 94 destinasi
5. Thailand: 80 destinasi
6. Indonesia: 73 destinasi
7. Filipina: 64 destinasi
8. Kamboja: 50 destinasi
9. Vietnam: 50 destinasi
10.Laos: 46 destinasi
11.Myanmar: 45 destinasi
Angka tersebut menggambarkan perbedaan akses perjalanan internasional antarpaspor. Namun, fasilitas bebas visa tidak berarti seluruh persyaratan masuk otomatis dihapus. Negara tujuan tetap dapat meminta dokumen pendukung, tiket pulang, bukti akomodasi, atau bukti keuangan sesuai kebijakan yang berlaku.
Apa Arti Peringkat Paspor bagi Wisatawan Indonesia?
Kekuatan paspor menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat yang gemar bepergian ke luar negeri. Semakin banyak destinasi yang dapat dikunjungi tanpa visa sebelumnya, semakin besar pula fleksibilitas perjalanan yang dimiliki pemegang paspor.
Bagi wisatawan Indonesia, mengetahui daftar negara bebas visa dapat membantu menyusun rencana liburan dengan lebih praktis, terutama untuk menghemat waktu dan biaya pengurusan dokumen.
Meski demikian, peringkat paspor bukan satu-satunya penentu kenyamanan perjalanan. Wisatawan tetap perlu memeriksa aturan terbaru dari otoritas imigrasi negara tujuan sebelum membeli tiket dan berangkat.
Catatan: Peringkat Henley Passport Index dapat berubah dari waktu ke waktu. Sebelum menerbitkan berita, pastikan periode pemeringkatan dan angka setiap negara sesuai dengan edisi resmi yang dirujuk karena data dalam daftar ini perlu diverifikasi kembali. (dr)

Comments