BATAM – Industri pariwisata duani resmi mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, perjalanan internasional kini bangkit luar biasa dengan 1,52 miliar kedatangan wisatawan mancanegara di seluruh dunia.
Data mengejutkan ini diungkap Pariwisata PBB (UN Tourism) pada Selasa (20/1/2026), menandai puncak kebangkitan sektor travel di era pasca-pandemi. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang masa, melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
Pemulihan pariwisata dunia terlihat semakin solid meski masih dibayangi tantangan global, mulai dari inflasi harga layanan wisata hingga ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan.
“Permintaan perjalanan tetap tinggi sepanjang 2025, meskipun inflasi dalam sektor pariwisata masih terasa dan situasi geopolitik belum sepenuhnya stabil,” ujar Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB, Shaikha Alnuwais, seperti dikutip dari VN Express.
Secara global, jumlah perjalanan internasional pada 2025 tercatat naik 4 persen dibanding 2024, yang sebelumnya mencatat sekitar 1,4 miliar kunjungan wisatawan.
Asia & Afrika Jadi Bintang Baru Pariwisata Dunia

Dari seluruh kawasan dunia, Asia dan Afrika mencatat pertumbuhan paling pesat sepanjang 2025.
Afrika mengalami lonjakan 8 persen kedatangan wisatawan internasional, dengan total 81 juta kunjungan. Negara seperti Maroko dan Tunisia menjadi magnet utama bagi turis global berkat kombinasi budaya, sejarah, dan pengalaman wisata autentik.
Sementara itu, kawasan Asia dan Pasifik mencatat pertumbuhan 6 persen dengan total 331 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Capaian ini membuat pariwisata Asia pulih hingga 91 persen dari kondisi normal sebelum pandemi.
Tak ketinggalan, Eropa masih mempertahankan statusnya sebagai destinasi paling populer di dunia, dengan 793 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2025—naik sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Optimisme Menuju 2026
Pariwisata PBB optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga 2026. Stabilitas ekonomi global serta pulihnya destinasi yang sempat tertinggal selama pandemi diyakini akan mendorong minat bepergian semakin tinggi.
“Kami berharap momentum ini berlanjut pada 2026, seiring membaiknya kondisi ekonomi global dan pulih sepenuhnya destinasi-destinasi yang terdampak pandemi,” tutup Alnuwais. (dr)
Sumber: cnnindonesia

Comments