BATAM – Pariwisata di China tengah mengalami lonjakan besar di tahun ini. Tak hanya jumlah wisatawan asing yang meningkat drastis, tren baru juga mulai terbentuk—liburan hemat dengan staycation di hotel murah justru jadi favorit para turis dunia.
Berdasarkan data dari Administrasi Imigrasi Nasional China, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 15,89 juta wisatawan asing masuk ke China tanpa visa. Angka ini mencakup 62,1% dari total kunjungan asing dan melonjak hingga 52,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, China menerima sekitar 25,59 juta kunjungan wisatawan asing hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Negeri Tirai Bambu kembali “cuan” setelah sempat lesu.
Tren Baru: Hotel Murah Jadi Primadona

Menariknya, tren wisata kini mengalami pergeseran. Jika dulu hotel mewah jadi incaran, kini wisatawan justru lebih memilih hotel ekonomis.
CEO TravelDaily, Charlie Li, bersama sejumlah pelaku industri perhotelan mengungkap bahwa mayoritas turis asing ternyata menginap di hotel kelas ekonomi, bukan hotel bintang lima.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh Wei Wu dari Dossen Group yang menyebut bahwa dari lebih 1,1 juta tamu asing pada 2024, sebagian besar memilih hotel murah. Bahkan pada 2026, jumlah itu diprediksi tembus hingga 1,3 juta tamu internasional—dan tren ini tetap sama.
Wisatawan dari Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga India mendominasi kunjungan, dengan durasi menginap rata-rata hanya sekitar 1,6 hari. Artinya, turis kini lebih mengutamakan efisiensi biaya dan fleksibilitas perjalanan.
TikTok & Media Sosial Jadi “Mesin Promosi”

Fenomena menarik lainnya adalah peran besar media sosial seperti TikTok dalam mendongkrak popularitas hotel-hotel murah di China.
Banyak wisatawan dari Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah memilih penginapan berdasarkan video singkat berdurasi 30–45 detik. Konten yang ringkas, estetik, dan storytelling yang kuat terbukti mampu mengubah keputusan pemesanan.
Menurut Qinhui Huang dari Regal Hotels International, kunci pemasaran saat ini bukan sekadar jumlah view, tetapi seberapa besar konten mampu memengaruhi perilaku wisatawan.
“Promosi hanya penting jika bisa mengubah kebiasaan,” tegasnya.
Harga Terjangkau, Pengalaman Tetap Maksimal
Salah satu alasan utama tren ini berkembang pesat adalah harga yang sangat bersahabat. Wisatawan bisa mendapatkan hotel dengan tarif mulai dari Rp300 ribu hingga Rp900 ribu per malam untuk kategori ekonomis atau bintang 3.
Dengan fasilitas yang semakin modern dan lokasi strategis di kota-kota besar, hotel murah kini bukan lagi pilihan “terpaksa”, melainkan strategi cerdas untuk menikmati liburan lebih lama dengan budget minim.
Liburan Hemat Jadi Tren Global
Lonjakan wisatawan ke China membuktikan bahwa industri pariwisata global mulai pulih—bahkan berkembang dengan pola baru. Staycation di hotel murah kini bukan sekadar alternatif, tapi sudah menjadi gaya liburan modern.
Bagi traveler yang ingin menjelajah lebih banyak destinasi tanpa menguras kantong, tren ini bisa jadi inspirasi menarik untuk liburan berikutnya. Untuk informasi paket tour wisata ke China, bisa hubungi Travel Batam. (dr)
Sumber: detik

Comments