BATAM – Banyak pelancong terbiasa menempelkan identitas lengkap di koper, mulai dari nama, nomor telepon, hingga alamat rumah. Tujuannya sederhana: agar koper mudah dikenali atau dikembalikan jika hilang.

Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan risiko besar.

Dilansir dari Mirror, praktik tersebut justru bisa membuka celah bagi orang tak bertanggung jawab untuk mengakses data pribadi kamu dengan mudah.

Bisa Jadi Target Kejahatan

Hati-hati memasang label nama di koper, agar jangan jadi korban kejahatan (ilustrasi)

Seorang pengguna TikTok, Sammy, mengungkap bahaya di balik tempelan nama pada koper.

Menurutnya, informasi yang terlihat jelas di koper bisa dimanfaatkan oleh orang lain untuk:

  • Mengambil foto data pribadi
  • Mencari informasi kamu secara online
  • Bahkan melakukan stalking

Dengan kata lain, koper kamu bukan cuma penanda barang—tapi juga bisa jadi “sumber data” bagi pelaku kejahatan.

Solusi Aman: Tetap Tandai, Tapi Jangan Terbuka

Agar tetap aman, ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan:

✅ Gunakan tag tertutup

Tuliskan identitas di dalam kartu atau buku kecil yang bisa ditutup (velcro atau kancing), sehingga tidak terlihat dari luar.

✅ Lipat informasi pribadi

Tulis data di bagian dalam kertas, bukan di bagian luar yang mudah terbaca.

✅ Gunakan email khusus

Alih-alih nomor telepon, gunakan email cadangan (dummy) untuk mengurangi risiko kebocoran data.

✅ Hindari alamat lengkap

Cukup tulis informasi minimal yang diperlukan untuk dihubungi.

Tetap Aman Saat Traveling

Kehilangan koper memang menyebalkan, tapi menjaga keamanan data pribadi jauh lebih penting.

Dengan sedikit perubahan kebiasaan, kamu tetap bisa menandai koper tanpa harus mengorbankan privasi.

Jadi, sebelum traveling berikutnya, pastikan koper kamu aman dari kehilangan—dan juga aman dari kejahatan digital!