SINGAPURA – Science Centre Singapore kembali memukau dunia! Setelah tahun lalu menghadirkan pameran luar angkasa, kini pusat edukasi ternama itu menghadirkan pameran prasejarah terbesar yang pernah mereka gelar.
Bertajuk “Dinosaurs, Extinctions, Us”, pameran ini menyulap area tertutup seluas 3.000 meter persegi menjadi lorong waktu ke masa 400 juta tahun silam—menghadirkan fosil langka, replika dinosaurus raksasa, hingga teknologi imersif yang membuat pengunjung serasa hidup di zaman purba.
Pengunjung memulai perjalanan bukan dari dinosaurus, tetapi dari penghuni laut kuno: Endoceras, moluska raksasa kerabat sotong, cumi, dan gurita.
Hewan predator laut yang hidup pada 440 juta tahun lalu ini ditampilkan lengkap dengan demonstrasi cartesian diver yang menjelaskan cara hewan ini bermanuver menggunakan udara di dalam tubuhnya.
“Endoceras punah saat suhu laut turun menjadi 5 derajat Celsius,” ujar James, edukator.
Setelah penguasa laut itu punah, giliran ikan bertulang yang mendominasi.
James menjelaskan bahwa nenek moyang ikanlah yang memberi manusia rahang. “Tanpa rahang, kita bahkan tidak bisa berbicara,” katanya.
Waktu kemudian bergerak menuju daratan. Di sana, replika Tiktaalik—hewan transisi dengan insang dan sirip kuat—menjadi bukti bagaimana sebagian ikan mulai mencoba keluar dari air.
Lalu hadir pula Meganeuropsis, capung raksasa berjari lebar 75 sentimeter yang menjadi predator serangga terbesar pada era Carboniferous.
Memasuki area dinosaurus, pengunjung disambut Sauropoda berleher panjang dan Eoraptor, dinosaurus tertua yang ditemukan di Amerika Selatan.

“Ini salah satu dinosaurus paling awal dalam garis keturunannya,” jelas James.
Namun puncak pameran tentu saja adalah sang bintang utama: Tyrannosaurus rex “Scotty”, replika berskala penuh sepanjang 13 meter yang dianggap sebagai T-Rex terbesar yang pernah ditemukan.
Sosok raksasa prasejarah ini membuat pengunjung terperangah melihat detail giginya yang mampu menghancurkan tulang.
Di akhir lorong purba, pengunjung dikejutkan oleh replika Patagotitan Mayorum, salah satu dinosaurus terbesar dalam sejarah dengan panjang 40 meter dan bobot 57 ton.
Beberapa fosil asli dari kerangka yang ditemukan di Provinsi Chubut, Argentina, pada 2014 juga dipamerkan.
“Temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang ukuran dinosaurus,” ujar James.
Tak hanya menampilkan replika, pameran ini juga dipadukan dengan permainan interaktif seperti “Test Your Strength”, “Digital Fossil Dig”, hingga “Imagine Dinosaurs”—di mana pengunjung dapat memberi “tubuh” pada kerangka dinosaurus sesuai imajinasi mereka.
Mengangkat Isu Kepunahan di Singapura
Pameran ini juga menyoroti spesies lokal yang punah, di antaranya great slaty woodpecker, pelatuk terbesar di dunia yang dahulu berkembang biak di Singapura namun kini hilang akibat hilangnya habitat. Spesies ini kini hanya sesekali terlihat dan diyakini merupakan individu pengembara dari Malaysia.
Peter Norton dari Gondwana Studios menjelaskan bahwa pameran ini menghubungkan kepunahan massal masa lalu dengan krisis keanekaragaman hayati modern.
“Melalui fosil langka dan narasi ilmiah, kami mengajak pengunjung merenungkan peran manusia menentukan masa depan Bumi,” katanya.
Chief Executive Science Centre Board, Tham Mun See, menegaskan bahwa pameran ini bukan tentang dinosaurus saja.
“Ini adalah ajakan untuk menelusuri sejarah panjang bumi dan merenungkan peran kita dalam menentukan apa yang terjadi selanjutnya.”
Pameran ini merupakan kolaborasi antara Lee Kong Chian Natural History Museum, Faculty of Science National University of Singapore, serta menghadirkan dua ekshibisi kelas dunia: Dinosaurs of Patagonia dan Six Extinctions.
Pameran sudah dibuka sejak 11 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.
Harga Tiket Dinosaurs, Extinctions, Us
Untuk Warga Negara Singapura & PR:
Dewasa: S$29.90 (Rp 383.000)
Anak-anak: S$25.90 (Rp 332.000)
Termasuk akses gratis ke Science Centre Singapore.
Tiket Reguler (Non-PR):
Dewasa: S$39.90 (Rp 511.000)
Anak-anak: S$35.90 (Rp 461.000)
Untuk informasi paket liburan di Singapura sambil melihat Dinosaurus di Science Centre Singapore bisa dihubungi Travel Batam. (dr)
Sumber: tempo

Comments