BATAM – Makanan pesawat sering menjadi salah satu fasilitas yang ditunggu penumpang selama penerbangan. Namun, pernahkah kamu merasa makanan yang disajikan di kabin terasa lebih hambar dibandingkan makanan yang biasa disantap di darat?
Ternyata, ada alasan ilmiah di balik pengalaman tersebut.
Seorang pramugari, Kamila Jakubjakova, yang telah bekerja lebih dari tiga tahun di sejumlah maskapai besar, termasuk Emirates, menyarankan penumpang mempertimbangkan membawa camilan sendiri saat bepergian dengan pesawat.
Baca juga: Pesan Hotel hingga Tiket Pesawat Bisa Dipalsukan, Ini 5 Scam Travel yang Wajib Diwaspadai
Saran tersebut terutama ditujukan bagi penumpang yang sedang membatasi konsumsi garam dan gula.
Kenapa Rasa Makanan di Pesawat Bisa Berubah?
Menurut Jakubjakova, makanan yang disajikan selama penerbangan dapat memiliki kandungan garam dan gula sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan makanan biasa.
Penyesuaian tersebut berkaitan dengan perubahan kemampuan indera pengecap dan penciuman ketika berada di dalam kabin pesawat.
Baca juga: Anak Bisa Naik Pesawat Sendirian? Ini Syarat Layanan UM dan Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua
Mengutip Travel + Leisure, kondisi kabin yang kering dan perubahan tekanan udara dapat memengaruhi kemampuan hidung serta lidah dalam menangkap rasa.
Pada ketinggian sekitar 30.000 kaki, kelembapan udara di kabin dapat berada di kisaran 12 persen. Kondisi ini membuat saluran hidung menjadi lebih kering dan berpengaruh terhadap penciuman.
Padahal, kemampuan mencium aroma memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana seseorang merasakan makanan.
Makanan Pesawat Sengaja Dibuat Lebih Berasa?
Ketika sensitivitas terhadap rasa tertentu menurun, makanan yang terasa pas di darat bisa terasa berbeda ketika disantap di udara.
Sensitivitas terhadap rasa manis dan asin dapat berkurang selama penerbangan. Sebaliknya, rasa seperti pahit, asam, dan pedas relatif tidak terlalu terpengaruh.
Karena itu, katering maskapai perlu menyesuaikan resep agar makanan tetap memiliki cita rasa ketika disantap penumpang di ketinggian.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan makanan pesawat bisa memiliki rasa yang lebih kuat.
Tak Semua Makanan Pesawat Buruk
Meski ada anggapan makanan pesawat cenderung kurang menarik, kualitas hidangan sebenarnya berbeda-beda antara satu maskapai dan lainnya.
Sejumlah maskapai bahkan menjadikan makanan sebagai bagian dari pengalaman perjalanan dengan menghadirkan menu yang dirancang khusus untuk penerbangan.
Beberapa maskapai yang dikenal memberikan perhatian terhadap kualitas makanan antara lain Turkish Airlines, Singapore Airlines, Emirates, Qatar Airways, dan Air France.
Dalam Skytrax World Airline Awards 2025, Turkish Airlines meraih penghargaan Best Business Class Onboard Catering, sementara Singapore Airlines mendapatkan penghargaan Best First Class Onboard Catering.
Camilan Apa yang Cocok Dibawa ke Pesawat?
Bagi penumpang yang ingin memiliki pilihan makanan sendiri, membawa camilan dari rumah bisa menjadi alternatif praktis.
Beberapa jenis camilan yang relatif mudah dibawa antara lain:
* Granola bar.
* Fruit bar.
* Crackers.
* Biskuit kemasan.
* Kacang-kacangan dalam kemasan.
* Camilan kering yang tidak mudah hancur.
Pilih makanan yang tidak membutuhkan peralatan makan khusus dan mudah dikonsumsi di ruang kabin yang terbatas.
Jangan Sembarangan Bawa Makanan ke Kabin
Membawa camilan sendiri bukan berarti semua jenis makanan bebas dimasukkan ke tas kabin.
Penumpang sebaiknya menghindari makanan yang memiliki aroma sangat menyengat, mudah tumpah, terlalu berantakan, atau membutuhkan ruang besar untuk disantap.
Pertimbangkan juga kenyamanan penumpang di sekitar. Makanan dengan aroma kuat bisa mengganggu orang lain, terutama dalam kabin yang tertutup.
Untuk makanan berbentuk cair atau gel, aturan keamanan penerbangan juga perlu diperhatikan. Pada penerbangan yang mengikuti ketentuan TSA, cairan dan gel umumnya dibatasi dalam wadah maksimal 100 mililiter.
Tips Traveling: Siapkan Camilan Sebelum Berangkat
Bagi wisatawan yang memiliki pola makan tertentu atau sedang membatasi gula dan garam, menyiapkan camilan sebelum berangkat dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
Namun, penumpang tetap perlu memeriksa aturan bandara, maskapai, dan negara tujuan karena ketentuan membawa makanan dapat berbeda, terutama untuk penerbangan internasional.
Jadi, jika makanan pesawat terasa sedikit berbeda dari biasanya, jangan buru-buru menyalahkan kokinya. Kondisi kabin, ketinggian, kelembapan, tekanan udara, hingga kemampuan indera penciuman dan pengecap ikut memengaruhi pengalaman makan selama penerbangan.
Membawa camilan sendiri pun bisa menjadi solusi praktis, selama makanan yang dipilih aman, tidak mengganggu penumpang lain, dan sesuai dengan aturan penerbangan. (dr)
Sumber: cnnidnonesia

Comments