BATAM – Jika selama ini Batam dikenal dengan pusat belanja, pantai, dan wisata kuliner, ternyata kota ini juga memiliki destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Museum Batam Raja Ali Haji, museum daerah pertama milik Pemerintah Kota Batam yang menyimpan perjalanan panjang sejarah Batam, mulai dari era Kesultanan Riau-Lingga hingga berkembang menjadi salah satu kota industri terbesar di Indonesia.

Berlokasi di kawasan Alun-Alun Engku Putri, Batam Center, museum ini menjadi pilihan wisata edukasi yang cocok untuk keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam sejarah dan budaya Melayu.

Baca juga: Hotel di Indonesia Ketiban Durian Runtuh, Wisman Naikkan Tarif Kamar dan Lama Menginap

Tiket Masuk Murah, Cocok untuk Wisata Keluarga

Salah satu daya tarik Museum Raja Ali Haji adalah harga tiketnya yang sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar mulai Rp5.000 untuk menikmati berbagai koleksi sejarah yang tersimpan di dalam museum.

Museum buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 09.00–16.00 WIB, sementara setiap hari Senin tutup. Khusus hari Jumat, terdapat waktu istirahat pelayanan pada pukul 11.00–13.00 WIB.

Lokasinya juga sangat strategis karena berada di pusat pemerintahan Kota Batam, sehingga mudah dijangkau dari berbagai kawasan wisata lainnya.

Baca juga: Batam di Malam Hari Ternyata Semeriah Ini! Rekomendasi Rooftop, Beach Club dan Kuliner Malam

Menjelajahi 15 Ruang Pamer yang Sarat Cerita

Museum Raja Ali Haji Batam

Salah satu sudut ruang pamer Museum Raja Ali Haji Batam (ist)

Museum Batam Raja Ali Haji memiliki 15 ruang pamer yang disusun secara kronologis layaknya perjalanan waktu.

Pengunjung akan diajak mengenal sejarah Batam sejak masa Kesultanan Riau-Lingga melalui berbagai koleksi seperti pakaian adat Melayu, senjata tradisional, replika Cogan sebagai lambang kebesaran kerajaan, hingga naskah kuno yang menggambarkan kejayaan peradaban Melayu.

Museum ini juga mengabadikan sosok Raja Ali Haji, pahlawan nasional asal Kepulauan Riau yang dikenal sebagai pujangga besar sekaligus pencipta Gurindam Dua Belas serta peletak dasar tata bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia.

Memasuki ruang berikutnya, pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, mulai dari meriam kuno, botol keramik antik, hingga koleksi keramik yang berasal dari era Jepang.

Perjalanan sejarah kemudian berlanjut menuju masa pembangunan Batam modern yang dipelopori Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Di area ini dipamerkan berbagai koleksi pribadi dan dokumentasi penting, seperti telepon, laptop, maket pembangunan Batam, hingga salinan surat-surat bersejarah saat beliau memimpin Otorita Batam.

Berdiri di Bekas Astaka MTQ Nasional

Tak banyak yang tahu, bangunan megah Museum Raja Ali Haji dulunya merupakan Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-25 yang dibangun pada tahun 2014.

Setelah penyelenggaraan MTQ selesai, gedung tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam dan kemudian dialihfungsikan menjadi museum daerah.

Proses pendiriannya dimulai pada tahun 2019. Nama Museum Batam Raja Ali Haji resmi ditetapkan pada 10 Oktober 2019 sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh besar Kepulauan Riau yang memiliki jasa besar terhadap perkembangan bahasa Melayu.

Museum ini akhirnya dibuka untuk umum pada 18 Desember 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-191.

Fasilitas Lengkap dan Ramah Pengunjung

Selain koleksi yang lengkap, museum ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang membuat pengunjung semakin nyaman.

Tersedia pemandu wisata gratis yang siap menjelaskan sejarah setiap koleksi secara menarik. Seluruh ruang pamer telah menggunakan pendingin ruangan sehingga nyaman dikunjungi bersama anak-anak.

Museum juga memiliki fasilitas toilet ramah penyandang disabilitas sehingga lebih inklusif bagi semua kalangan.

Destinasi Wajib bagi Pecinta Wisata Sejarah

Museum Batam Raja Ali Haji telah mengantongi Sertifikasi Museum Tipe B dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Status tersebut menjadikannya sebagai salah satu museum daerah yang representatif sekaligus pusat edukasi sejarah Melayu di Kepulauan Riau.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Batam lebih dari sekadar kota industri dan pusat belanja, Museum Raja Ali Haji menjadi destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan.

Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, pengunjung dapat menyusuri perjalanan sejarah Batam dari masa kerajaan hingga menjadi kota modern yang berkembang pesat seperti sekarang.

Untuk informasi paket tour di Batam bisa hubungi Nadif Travel Batam. (dr)