BATAM – Banyak pelancong memilih legging atau skinny jeans saat bepergian karena kenyamanan dan tampilannya yang praktis. Namun, para ahli kesehatan dan keselamatan penerbangan menyarankan untuk menghindari dua jenis celana ini, terutama saat berada di dalam pesawat.

Dr. Hugh Pabarue, seorang dokter dan spesialis vena di Metro Vein Centers, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa pakaian ketat seperti legging dan skinny jeans bisa mengganggu sirkulasi darah selama penerbangan.

“Duduk dalam waktu lama di pesawat membuat darah cenderung mengumpul di kaki, meningkatkan risiko trombosis vena dalam,” jelasnya, seperti dikutip dari Huffington Post.

Baca juga: Jangan Asal Ambil Koper! Ini 9 Etika Penting Saat Menunggu Bagasi di Bandara

Kondisi ini bisa menyebabkan pembentukan gumpalan darah berbahaya, serta masalah lain seperti mati rasa, kesemutan, hingga nyeri parah.

Selain itu, celana ketat juga dapat memicu kondisi medis seperti sindrom kompartemen dan meralgia paresthetica. Area pinggang, paha, dan pergelangan kaki menjadi titik rawan pembengkakan saat terbang, sehingga pakaian yang terlalu ketat justru menambah risiko.

Lara Henderson, pakar drainase limfatik, juga memperingatkan bahwa legging dapat menghambat sistem limfatik tubuh—sistem yang penting dalam mengalirkan cairan ekstra kembali ke aliran darah.

“Pakaian ketat menciptakan efek seperti torniket yang menghambat aliran limfatik, apalagi saat duduk dalam ruang sempit dan tidak banyak bergerak,” jelasnya.

Baca juga: Peraturan Perjalanan Terbaru: Larangan Membawa Daging, Keju dalam Bagasi Kabin Pesawat

Mudah Terbakar

Tak hanya dari sisi medis, legging juga dinilai berisiko dari aspek keselamatan. Penulis perjalanan asal AS, Christine Negroni, mengungkapkan bahwa serat buatan seperti yang digunakan pada legging cenderung mudah terbakar dan menempel di kulit jika terjadi kebakaran di pesawat.

“Saya hindari pakaian berbahan sintetis dan lebih memilih serat alami seperti katun,” ujarnya kepada New York Post.

Ia juga menekankan pentingnya tidak melepas sepatu di pesawat, karena jika terjadi keadaan darurat, permukaan lantai bisa berbahaya bagi kaki telanjang.

Sebagai alternatif, para ahli menyarankan untuk memilih pakaian longgar berbahan alami seperti katun, serta tetap mengenakan sepatu selama lepas landas dan mendarat.

Pilihan busana yang tepat tak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tapi juga menjaga keselamatan dan kesehatan selama di udara. (dr)