BATAM – Industri penerbangan terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas penumpang. Setelah sebelumnya mempersempit jarak antar kursi, kini muncul tren baru yang lebih ekstrem: kursi berdiri di pesawat.
Konsep ini dikembangkan oleh perusahaan Italia, Aviointeriors, dan diperkirakan akan mulai diperkenalkan pada tahun 2026, khusus untuk penerbangan jarak pendek di bawah dua jam.
Kursi bergaya pelana ini viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @entrepreneurshipquote yang memiliki lebih dari 2,8 juta pengikut. Bentuk kursi ini memungkinkan penumpang hanya bersandar pada sudut tertentu tanpa benar-benar duduk.
Baca juga: 10 Destinasi Slow Travel Terbaik di Asia Versi Agoda: Rayong Thailand hingga Kalegowa Indonesia
Meskipun terdengar radikal, desain ini disebut-sebut telah lulus uji keselamatan dan berpotensi menambah kapasitas penumpang hingga 20 persen.
Dari Hamburg ke Dunia: Awal Mula Kursi Berdiri

Penerapan kursi berdiri di pesawat masih dalam perdebatan (ilustrasi)
Konsep ini sebenarnya bukan hal baru. Kursi ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang Aircraft Interiors Expo 2018 di Hamburg dengan nama Skyrider 2.0. Dibandingkan versi awalnya, kursi ini memiliki bantalan lebih baik dan rangka lebih kokoh. Desainnya diklaim 50 persen lebih ringan dari kursi ekonomi biasa dan lebih murah dalam perawatan.
Skyrider 2.0 mengusung misi untuk membuka akses perjalanan udara ke lebih banyak orang, sekaligus memungkinkan maskapai menghadirkan kelas campuran dalam satu penerbangan. Namun, hingga kini belum ada maskapai yang mengonfirmasi akan mengadopsi desain ini.
Pro dan Kontra di Media Sosial
Meski belum resmi digunakan, kursi berdiri ini telah memicu perdebatan sengit di media sosial. Beberapa pengguna menyebutnya sebagai bentuk dehumanisasi, sementara yang lain menyarankan untuk tidak membeli tiket jika kursi seperti ini tersedia.
CEO Ryanair, Michael O’Leary, pernah menyatakan minatnya terhadap konsep ini. Ia bahkan membayangkan baris tempat berdiri bisa dijual hanya seharga £1 (Rp 22.000). Meskipun begitu, hingga kini belum ada realisasi dari ide tersebut.
Apa Artinya Bagi Wisatawan?
Bagi wisatawan yang kerap melakukan perjalanan singkat, kursi berdiri mungkin menjadi opsi hemat biaya. Namun, bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan, konsep ini mungkin terasa melelahkan dan tidak manusiawi.
Dengan inovasi yang terus berkembang dalam dunia penerbangan, tampaknya masa depan perjalanan udara akan penuh dengan pilihan ekstrem antara harga murah dan kenyamanan. Apakah Anda siap mencoba kursi berdiri saat traveling? (dr)

Comments