BATAM – Tren slow travel kini semakin diminati oleh para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman perjalanan yang lebih mendalam dan autentik. Tidak hanya sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, konsep slow travel mengajak pelancong untuk lebih terhubung dengan budaya lokal, kuliner khas, dan masyarakat setempat.
Baru-baru ini, platform perjalanan digital Agoda mengungkapkan daftar destinasi slow travel terbaik di Asia, berdasarkan analisis rata-rata lama reservasi akomodasi pengguna dari Januari hingga Maret tahun ini.
Dalam daftar tersebut, Rayong di Thailand dinobatkan sebagai destinasi slow travel terbaik di Asia.
Baca juga: Penang, Surga Kuliner Malaysia yang Tawarkan Banyak Tempat Wisata Gratis
Rayong, Thailand: Perpaduan Alam, Pantai, dan Budaya
Sebagai pilihan utama bagi pencinta slow travel, Rayong menawarkan pengalaman menyeluruh mulai dari pantai indah, kawasan hijau, hingga kuliner laut yang menggoda. Pantai Mae Ram Phueng yang tenang, hutan bakau emas di Tung Prong Thong, dan ketenangan Pulau Koh Samet menjadikan Rayong lokasi ideal untuk bersantai.
Wisatawan juga dapat mengunjungi tanjung Mae Pim untuk menikmati pemandangan laut yang menyejukkan atau berenang di air jernih yang tenang. Jangan lewatkan mencicipi seafood segar seperti udang asin, cumi-cumi kering, dan ikan asin di pasar Ban Phe.
Jika datang pada bulan Mei, Anda bisa menikmati Festival Buah Rayong, sebuah acara tahunan yang menampilkan parade buah, kontes buah, hingga penjualan buah dengan harga spesial.
Waktu terbaik berkunjung: November hingga Februari
Aktivitas unggulan: Bersantai di pantai, wisata kuliner laut, menikmati festival lokal
Baca juga: Panduan Packing Cerdas untuk Perjalanan Singkat: Ringkas, Efisien, Tanpa Beban Berlebih
9 Destinasi Slow Travel Lainnya di Asia Versi Agoda
Selain Rayong, Agoda juga merilis 9 destinasi slow travel lain yang cocok untuk pelancong yang ingin menikmati suasana secara perlahan dan intim. Berikut daftarnya:
1. Kalegowa, Indonesia

Hidden Gems di Gowa, Sulawesi Selatan dengan hamparan sawah (ist)
Terletak di Kabupaten Gowa, Sumatera Selatan, Kalegowa adalah hidden gem yang menawarkan pesona sawah hijau, budaya Bugis, dan keramahan penduduk lokal. Cocok untuk berjalan santai, menikmati makanan khas, atau menjelajahi pasar tradisional.
2. Seoul, Korea Selatan
Di balik gemerlapnya sebagai kota modern, Seoul menyimpan warisan budaya seperti Istana Gyeongbokgung, Desa Bukchon Hanok, dan rumah teh tradisional. Cocok untuk wisatawan yang ingin menyatu dengan budaya Korea lebih dalam.
3. Tokyo, Jepang
Tokyo menawarkan keseimbangan sempurna antara modernitas dan tradisi. Tempat ideal untuk meresapi budaya lokal, mulai dari kuil kuno hingga pasar kuliner.
4. Nha Trang, Vietnam
Destinasi pantai ini dikenal dengan pantainya yang tenang dan kehidupan lokal yang santai. Cocok untuk pelancong yang ingin menikmati suasana laut yang damai.
5. Boracay, Filipina
Terkenal dengan pasir putih dan matahari terbenamnya, Boracay juga cocok untuk slow travel berkat suasana pulau yang tenang dan aktivitas santai seperti snorkeling dan menikmati kuliner lokal.
6. Taipei, Taiwan
Taipei punya banyak kejutan bagi slow traveler. Mulai dari pasar malam, museum budaya, hingga taman kota yang tenang.
7. Kuala Lumpur, Malaysia
Kota ini bukan hanya tentang menara tinggi dan pusat belanja, tapi juga tentang warisan budaya multietnis yang bisa dinikmati secara perlahan.
8. Chennai, India
Chennai menawarkan pantai, kuil kuno, serta budaya India Selatan yang kental. Kota ini sangat cocok untuk pelancong yang ingin mengeksplorasi kehidupan lokal dengan tempo yang lebih santai.
Jika Anda termasuk pelancong yang ingin lebih menikmati perjalanan daripada sekadar menuntaskan itinerary, maka konsep slow travel adalah pilihan tepat. Mulailah dari Rayong di Thailand atau eksplorasi destinasi tersembunyi seperti Kalegowa di Indonesia. Jadikan perjalanan Anda lebih bermakna dengan melambat dan meresapi setiap momen. (dr)

Comments