BATAM – Kecelakaan pesawat fatal yang baru-baru ini terjadi pada Azerbaijan Airlines di Kazakhstan dan Jeju Air di Korea Selatan, masing-masing menewaskan 38 dan 179 penumpang, menambah kekhawatiran global tentang keselamatan penerbangan.
Meskipun perjalanan udara dikenal sebagai moda transportasi paling aman, insiden-insiden besar ini menyoroti pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan penumpang. Salah satunya adalah posisi tempat duduk di pesawat.
Baca juga: Liburan Hemat 3 Hari 2 Malam: Tour Dua Negara Singapura–Malaysia Mulai dari Rp1.950.000
Kecelakaan Pesawat dan Korban Selamat

Posisi tempat duduk yang agak aman di pesawat (ilustrasi)
Kedua kecelakaan ini menarik perhatian dunia, karena ada satu kesamaan: sebagian besar korban selamat diyakini berada di bagian belakang pesawat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah kursi di bagian belakang pesawat lebih aman? Atau, apakah ini hanya kebetulan?
Pada kecelakaan Jeju Air, yang terjadi saat pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Muan, hanya dua orang yang selamat.
Sementara itu, kecelakaan Azerbaijan Airlines di dekat Aktau, Kazakhstan, juga menelan banyak korban jiwa. Namun, penumpang yang duduk di bagian belakang pesawat tampaknya memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup.
Baca juga: Tips Cerdas Mengepak Pakaian Formal Agar Tetap Rapi Saat Bepergian
Penelitian Keselamatan Penerbangan
Menurut sejumlah studi keselamatan penerbangan, posisi tempat duduk dapat memengaruhi tingkat keselamatan penumpang saat terjadi kecelakaan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Popular Mechanics terhadap kecelakaan pesawat antara tahun 1971 dan 2005 mengungkapkan bahwa kursi di bagian belakang pesawat memiliki tingkat keselamatan yang lebih tinggi, dengan peluang 40% lebih besar untuk selamat dibandingkan dengan penumpang yang duduk di bagian depan.
Kajian lebih lanjut dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS menyimpulkan bahwa jika terjadi kecelakaan, peluang selamat untuk penumpang yang duduk di bagian depan pesawat adalah 49%, di bagian tengah sayap 59%, dan di bagian belakang pesawat 69%.
Ini menunjukkan bahwa meskipun kursi bagian belakang mungkin lebih sempit dan tidak nyaman, mereka menawarkan peluang keselamatan yang lebih besar.
Baca juga: Mengatasi Takut Terbang: Tips dari Pilot untuk Penumpang Cemas Menghadapi Turbulensi
Kenapa Kursi Depan Lebih Rentan?
Kursi depan pesawat lebih rentan selama kecelakaan karena penumpang di bagian depan cenderung menghadapi benturan pertama dalam kejadian-kejadian seperti pendaratan darurat atau tabrakan dengan tanah.
Sebaliknya, kursi belakang mungkin lebih aman karena bagian ekor pesawat cenderung lebih terlindungi saat pesawat menabrak tanah.
Namun, meskipun ada klaim bahwa kursi belakang lebih aman, tidak ada jaminan mutlak. Karena jenis kecelakaan, dampaknya, dan berbagai faktor lainnya dapat memengaruhi hasil keselamatan.
Bahkan, pada kecelakaan United Airlines tahun 1989, banyak penumpang yang duduk di belakang kelas utama yang selamat.
Baca juga: Tips Lindungi Diri dari Kejahatan Jalanan (Scams) Saat Traveling
Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Keselamatan
Menurut FAA (Badan Penerbangan Federal AS), tidak ada bagian pesawat yang secara inheren lebih aman daripada bagian lainnya.
Faktor-faktor utama yang menentukan keselamatan adalah jenis kecelakaan, dampak yang diterima pesawat, serta kecepatan dan efisiensi evakuasi penumpang.
Sebagai langkah pencegahan, penumpang disarankan untuk selalu mematuhi instruksi dari awak pesawat selama penerbangan, karena keselamatan penerbangan lebih bergantung pada kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Meskipun posisi tempat duduk dapat mempengaruhi tingkat keselamatan, perjalanan udara tetap menjadi moda transportasi yang paling aman jika dibandingkan dengan perjalanan darat atau kereta api.
Sumber: msn

Comments