Chiang Mai — Kota yang dikenal sebagai jantung wisata hijau di utara Thailand ini kembali mencuri perhatian wisatawan dunia. Di tengah musim hujan yang sejuk dan berkabut, Chiang Mai justru tampil mempesona sebagai destinasi healing terbaik, terutama bagi pencinta alam dan budaya lokal.
Menjawab tren ecotourism yang kian diminati, AirAsia Move merekomendasikan empat destinasi ramah lingkungan di Chiang Mai yang tak hanya indah, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keberlanjutan.
Baca juga: Phi Phi Islands, Surga Laut Thailand yang Jadi Lokasi Film The Beach dan Bikin Wisatawan Ketagihan
Salah satu konten kreator asal Indonesia, Kadek Arini, menyebut Chiang Mai sebagai destinasi healing sempurna berkat harmoninya antara komunitas lokal, modernitas, dan alam yang lestari.
“Chiang Mai itu bukan sekadar tempat untuk berlibur, tapi tempat untuk belajar hidup berdampingan dengan alam dan budaya,” ujar Kadek Arini dalam pernyataannya.
Menariknya, musim hujan justru menjadi waktu terbaik untuk menjelajahi Chiang Mai. Kabut pegunungan, hamparan sawah hijau, dan udara sejuk menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di kota besar.
Baca juga: Surga Kuliner Minang Ada di Bukittinggi! Ini 5 Tempat Makan yang Wajib Kamu Coba
Berikut empat destinasi ramah lingkungan di Chiang Mai:
1. Komunitas Doi Saket

Di Chiang Mai, anda bisa merasakan racikan kopi arabika di Doi Saket (ist)
Terletak di dataran tinggi, komunitas ini menjaga tradisi budidaya kopi Arabika secara alami. Wisatawan dapat belajar praktik pertanian berkelanjutan sekaligus menikmati kopi segar hasil olahan petani lokal.
2. Desa On Tai, Sankampang
Terkenal dengan pewarnaan kain alami dari tanaman seperti indigo dan kunyit. Pengunjung dapat mengikuti kelas tie-dye, menyaksikan proses tenun tradisional, dan menjelajahi kebun organik yang mendukung ekonomi sirkular.
3. One Nimman

Di sini, anda bisa menyaksikan suasana berbeda di Chiang Mai, bangunan bergaya Eropa (ist)
Kawasan Nimmanhaemin ini memadukan nuansa modern dan tradisi lokal. Dengan arsitektur bergaya Eropa, kafe estetik, butik, dan pasar malam, One Nimman menjadi pusat gaya hidup modern yang tetap menghormati budaya setempat.
4. Wat Sri Suphan (Silver Temple)
Kuil bersejarah dengan dinding berukir perak yang memukau. Selain beribadah, pengunjung dapat mengikuti kelas memahat logam bersama para pengrajin lokal, sekaligus memahami nilai spiritual dan artistik masyarakat Chiang Mai.
Keempat destinasi ini menjadi bukti bahwa Chiang Mai bukan sekadar kota wisata, melainkan ikon pariwisata berkelanjutan Asia Tenggara, di mana keindahan alam dan kearifan budaya lokal berpadu menciptakan pengalaman liburan yang berkesan dan bertanggung jawab.
Jika anda tertarik untuk liburan ke Chiang Mai, Thailand, anda bisa menghubungi Travel Batam. (dr)
Sumber: mediaindonesia

Comments