TANJUNGPINANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah menyiapkan sejumlah agenda besar dalam kalender event pariwisata 2026. Beragam kegiatan berskala lokal hingga nasional diproyeksikan menjadi magnet wisatawan, mulai dari bazar Imlek, festival ekonomi kreatif, hingga sport tourism berbasis bahari.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan kalender event awal tahun akan segera dirilis. Salah satu agenda unggulan adalah perayaan Imlek yang dikemas secara kolaboratif dan berlangsung selama satu bulan penuh.

“Perayaan Imlek ini bekerja sama dengan Kemenparekraf, Pemerintah Kota Tanjungpinang, serta PSMTI. Kami gelar bazar Imlek dan kami kemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik wisatawan karena berlangsung satu bulan penuh,” ujar Hasan, Rabu (7/1/2025).

Tak hanya Imlek, Bazar Ramadan juga kembali digelar sebagai momentum perayaan keagamaan sekaligus sarana promosi destinasi wisata Kepri. Selain itu, Dispar Kepri tetap mengandalkan event olahraga sebagai penguat sektor sport tourism.

Hasan menyebutkan, Ekiden Batam dan Nongsa Marina akan kembali masuk kalender event. Sementara di sektor ekonomi kreatif, Festival Kria Ekonomi Kreatif tingkat lokal dipusatkan di Batam yang dinilai memiliki potensi besar pada sektor kesenian dan industri kreatif.

“Selain itu, kami juga punya Nongsa Regatta yang menampilkan kapal yacht serta Bintan Regatta Jong. Banyak event lain yang masih kami komunikasikan untuk mematangkan format promosi,” jelasnya.

Perkuat SDM, Meski Anggaran Terbatas

Hasan menegaskan, pengembangan pariwisata tidak hanya soal event, tetapi juga penguatan ekosistem pendukung, terutama sumber daya manusia. Untuk itu, Dispar Kepri memperkuat kolaborasi dengan berbagai asosiasi industri pariwisata.

“Kami bekerja sama dengan PHRI, ASITA Kepri, asosiasi travel, hingga pengelola kawasan wisata seperti Bintan Resort Cakrwala (BRC) dan Nongsa Point Marina. Fokusnya adalah peningkatan kualitas SDM,” kata Hasan.

Selain itu, Dispar Kepri juga menyiapkan kerja sama dengan SMK untuk program magang di sektor perhotelan dan pariwisata. Program serupa menyasar pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja, termasuk pelatihan keterampilan dasar pariwisata.

Inovasi lain yang tengah disiapkan adalah promosi pariwisata multibahasa. Konten promosi dalam lima bahasa akan dipasang di hotel, bandara, pelabuhan, hingga kapal penumpang.

“Kami sedang berdiskusi untuk meluncurkan dan menyiapkan ini semua. Mudah-mudahan akhir Januari sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Hasan menegaskan Dispar Kepri tetap mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Ia menilai, kunci keberhasilan sektor pariwisata daerah sangat bergantung pada komitmen kepala daerah.

“Kalau tidak ada komitmen kepala daerah, itu nol besar,” tegas Hasan.

Informasi paket liburan di Provinsi Kepri, bisa hubungi Travel Batam. (dr)