BATAM – Aksi penumpang yang mencoba membuka pintu darurat pesawat di tengah penerbangan kembali ramai diperbincangkan. Beberapa kasus terbaru menunjukkan bahwa meski upaya tersebut selalu gagal, tetap menimbulkan kekhawatiran dan gangguan penerbangan yang serius.

Lantas, mungkinkah sebenarnya membuka pintu darurat saat pesawat sedang terbang?

Menurut Steve Scheibner, First Officer di American Airlines, jawabannya tegas: tidak mungkin.

“Kecuali Anda bisa mengangkat beban 25.000 pon,” katanya seperti dikutip dari Travel+Leisure.

Hal ini disebabkan oleh tekanan udara kabin saat di ketinggian jelajah yang membuat pintu pesawat terkunci rapat secara alami.

Benarkah Pintu Darurat Bisa Dibuka Saat Terbang? Ini Kata Para Pilot dan Ilmuwan

Pintu darurat Asiana Airlines dibuka paksa oleh penumpang sebelum mendarat di Daegu, Korea Selatan (dok ap)

Fisika Menjadi Penghalang Utama

Pesawat modern seperti Airbus A380 bahkan dilengkapi dengan hingga 16 pintu darurat yang tersebar strategis di seluruh bagian kabin. Namun, pintu-pintu ini dirancang untuk hanya dapat dibuka saat tekanan kabin setara dengan tekanan luar—sesuatu yang tidak terjadi selama pesawat mengudara.

“Tekanan di dalam kabin bisa mencapai sembilan pon per inci persegi. Itu membuat pintu terdorong kuat ke dalam bingkainya,” jelas Scheibner, yang juga dikenal sebagai Captain Steeeve di TikTok.

Pilot lain yang juga aktif di media sosial, PascalKlr, menambahkan bahwa desain ini memang disengaja agar penumpang bisa bernapas di ketinggian sambil tetap menjaga keamanan struktur pesawat.

Sebagian besar pintu darurat juga terbuka ke arah dalam, sehingga tekanan dari dalam pesawat turut memperkuat penguncian alami pintu.

Baca juga: Gagal Tampil di Hari Kemerdekaan! Paspor Merah Putih Resmi Ditunda, Ini Alasannya!

Tak Bisa Dibuka karena Sistem Otomatis

Selain hukum fisika, sistem penguncian otomatis juga melindungi pintu pesawat dari upaya pembukaan manual. Menurut Scheibner, setelah kecepatan pesawat melebihi 80 knot (sekitar 148 km/jam), semua pintu otomatis terkunci dan tidak bisa dibuka secara manual hingga pesawat melambat menjelang pendaratan.

Faktor keamanan ini menjadi sangat penting sejak era pembajakan yang marak pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Federal Aviation Administration (FAA) pun menetapkan aturan ketat pada 1972 agar pintu darurat tak bisa dibuka selama penerbangan.

Baca juga: Viral di Dunia! Tradisi Pacu Jalur Riau Bikin Heboh: Bukan Cuma Balap Perahu, Ada Penari Cilik Pemanggil “Aura”!

Tetap Ada yang Mencoba

Meski teknisnya tidak memungkinkan, kasus penumpang yang mencoba membuka pintu darurat terus terjadi. Dalam beberapa kasus, insiden tersebut memaksa pilot mengalihkan rute penerbangan, seperti yang terjadi pada penerbangan All Nippon Airways dari Tokyo ke Houston yang harus mendarat darurat di Seattle.

Tahun lalu, penerbangan American Airlines dari Albuquerque ke Chicago juga kembali ke bandara asal setelah salah satu penumpangnya berusaha membuka pintu darurat.

Bahkan, dalam kejadian lain, seorang awak kabin terluka dan pelaku didakwa dengan pelanggaran hukum federal yang bisa berujung hukuman hingga 20 tahun penjara.

Kasus Nyata: Pintu Terbuka Saat Pesawat Masih di Udara

Satu-satunya kasus di mana pintu darurat berhasil dibuka terjadi pada 2023 di pesawat Asiana Airlines yang hendak mendarat di Daegu, Korea Selatan.

Saat berada di ketinggian sekitar 213 meter, seorang penumpang berhasil membuka pintu darurat. Meski pesawat mendarat dengan selamat, 12 penumpang mengalami hiperventilasi dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Akibat insiden tersebut, Asiana menghentikan penjualan kursi di baris pintu darurat pada tipe pesawat tertentu sebagai langkah preventif.

Kursi Dekat Pintu Darurat, Aman atau Berbahaya?

Meski ada kekhawatiran, para ahli justru menyebut kursi di dekat pintu darurat adalah yang paling aman. Alasannya, penumpang bisa lebih cepat keluar saat evakuasi darurat.

“Jika ada kursi yang lebih aman, maka itu adalah di dekat pintu keluar,” ujar Cary Grant, asisten profesor dari College of Aviation di Embry-Riddle Aeronautical University.

Secara fisik dan teknis, tidak mungkin membuka pintu darurat saat pesawat terbang di ketinggian. Namun, mencoba melakukannya tetap dianggap serius dan bisa berujung pada konsekuensi hukum berat, termasuk masuk daftar larangan terbang.

Penting bagi penumpang untuk memahami bahwa fitur keamanan seperti pintu darurat bukan sekadar elemen desain, melainkan bagian integral dari sistem keselamatan yang sangat canggih dan teruji. (dr)

sumber: cnn