Batam – Di balik megahnya jembatan Barelang dan ramainya pantai-pantai populer seperti Viovio dan Elyora, ternyata ada satu destinasi alam tersembunyi di Batam yang mulai mencuri perhatian para petualang. Namanya Batu Berlubang, sebuah hidden gems menawan di Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Sembulang, yang kini viral di kalangan komunitas pecinta alam dan wisata minat khusus.
Meski belum setenar pantai-pantai lain di Batam, Batu Berlubang menyimpan daya tarik unik berupa gua alami di tepi laut dengan prasasti kuno di dinding batu yang masih menjadi misteri hingga kini.
Lokasi ini mulai dieksplorasi oleh komunitas Penjelajah Alam Kepri (PARI) yang melihat potensi besar Batu Berlubang sebagai destinasi wisata bahari dan petualangan di masa depan.
“Kalau dari Pantai Viovio sekitar 45 menit perjalanan, tapi kalau dari Jembatan 6 hanya sekitar 25 menit saja,” ujar Nunung Sulistiyanto, Ketua Tim Explore Batu Berlubang.
Perjalanan Menuju Batu Berlubang: Menantang tapi Mengagumkan

Untuk menikmati destinasi Batu Berlubang, wisatawan harus menyeberang dari Jembatan 6 Galang (batamnewsasia)
Akses menuju Batu Berlubang belum sepenuhnya terbuka untuk umum. Wisatawan harus menyewa perahu atau pompong milik warga setempat untuk menyeberang.
Dari Pantai Elyora (Jembatan 6), perjalanan menyeberang laut memakan waktu sekitar 5 menit dengan biaya Rp300.000–Rp400.000 untuk rombongan kecil. Sedangkan sewa speedboat bisa mencapai Rp1 juta tergantung fasilitas dan jumlah penumpang.
Selama perjalanan, wisatawan akan merasakan sensasi menantang melawan ombak laut terbuka menggunakan perahu kecil. Karena itulah, pengunjung disarankan memakai life jacket dan tidak membawa barang berlebihan — hampir semua pengunjung mengakui bahwa perjalanan ke sana “tidak akan terlupakan,” terutama saat ombak menggoyang perahu.
“Baju ganti jangan dibawa ke perahu, karena bisa basah semua kena ombak!” ujar Hasbi, salah satu wisatawan yang baru menjajal Batu Berlubang.
Daya Tarik Batu Berlubang: Gua Misterius dan Keindahan Alam yang Masih Perawan
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh hamparan pasir putih, air laut jernih, dan gua alami berlubang besar di tengah tebing batu. Di dalam gua terdapat prasasti atau ukiran kuno yang belum diketahui asal-usulnya — misteri yang justru menambah pesona tempat ini.
Selain menjelajahi gua, wisatawan dapat menikmati snorkeling, trekking bukit, memancing, susur pantai, hingga camping di area sekitarnya.
Komunitas seperti Dolan Batam, Summit Sport Climbing, Viovio Beach, dan Penjelajah Alam Kepri (PARI) kini tengah bekerja sama untuk membuka akses dan menyiapkan Batu Berlubang sebagai wisata minat khusus yang ramah bagi pecinta alam, baik lokal maupun mancanegara.
“Harapannya, semakin banyak yang cinta menjelajah Batam dari sisi baharinya. Semoga upaya ini bisa mendukung wisata minat khusus yang sedang kami kembangkan,” tambah Nunung.
Potensi Besar Wisata Bahari Batam
Meski aksesnya masih terbatas, Batu Berlubang kini mulai dikenal luas melalui media sosial. Banyak wisatawan dari Malaysia, Singapura, China, hingga Australia datang karena penasaran setelah melihat foto dan video eksplorasi lokasi ini. Dalam seminggu, pulau kecil ini bisa dikunjungi hingga seratus wisatawan.
Dengan keindahan alam yang masih alami, gua bersejarah, serta potensi kegiatan ekstrem yang menarik, Batu Berlubang diprediksi akan menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Batam dan Kepulauan Riau.
Bagi kamu yang haus akan petualangan dan ingin menemukan sisi lain Batam yang belum tersentuh, Batu Berlubang wajib masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya.
Gua misterius, pasir putih, dan perjalanan laut yang menantang — semuanya akan memberi pengalaman tak terlupakan di “surga tersembunyi” Batam ini.
Tertarik? Hubungi Travel Batam untuk informasi lebih lanjut tentang destinasi Batu Berlubang dan destinasi wisata di Kota Batam lainnya. (dr)

Comments