BATAM – Pernah mengalami harga tiket pesawat tiba-tiba melonjak saat dicek ulang keesokan harinya? Tak sedikit calon penumpang kemudian menduga, harga tiket naik karena rute yang sama terlalu sering dicari di internet.
Anggapan ini sudah lama beredar di kalangan wisatawan. Isu mulai dari penggunaan cookies, mode incognito, hingga dugaan maskapai “mengintip” kebiasaan pencarian kerap disebut sebagai biang kerok mahalnya tiket pesawat.
Namun, benarkah harga tiket pesawat naik hanya karena sering dicari?
Mengutip laporan Metro.co.uk, sejumlah pakar di bidang perjalanan dan teknologi menjelaskan bahwa anggapan tersebut lebih dekat ke mitos dibandingkan fakta.
Mitos Lama yang Sulit Hilang
Dalam laporan Metro, disebutkan banyak orang percaya maskapai dan situs pemesanan bisa melihat pencarian berulang pada rute yang sama, lalu sengaja menaikkan harga untuk mendorong konsumen segera membeli.
Faktanya, para ahli menyebut pencarian berulang tidak secara langsung menyebabkan harga tiket atau paket liburan naik.
CEO platform transportasi darat Mozio, Nicole Kerr, menegaskan bahwa harga tiket pesawat tidak meningkat berdasarkan riwayat pencarian individu, termasuk ketika pengguna memakai mode incognito.
“Meski banyak ‘ahli perjalanan’ menyarankan pencarian incognito, biaya penerbangan tidak akan naik berdasarkan histori pencarian atau cookies,” ujar Kerr, dikutip dari Metro.
Menurutnya, fluktuasi harga tiket terjadi secara real-time dan dipengaruhi oleh permintaan serta ketersediaan kursi secara keseluruhan, bukan oleh perilaku satu calon penumpang.
Ini Penyebab Utama Harga Tiket Pesawat Naik-Turun
Metro menjelaskan bahwa harga tiket pesawat ditentukan oleh sistem dynamic pricing atau harga dinamis. Sistem ini menyesuaikan tarif berdasarkan tingkat permintaan pasar dan jumlah kursi yang tersisa.
Jika permintaan tinggi dan kursi makin terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, tarif bisa lebih murah.
Artinya, kenaikan harga yang muncul setelah seseorang mengecek tiket sering kali terjadi karena banyak orang lain juga sedang mencari atau memesan rute yang sama, bukan karena satu pengguna terlalu sering melakukan pencarian.
Apa Itu Dynamic Pricing?
Dynamic pricing merupakan mekanisme penetapan harga yang dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi pasar. Dalam industri penerbangan, strategi ini sudah menjadi praktik umum selama bertahun-tahun.
Maskapai menggunakan algoritma kompleks untuk mengatur harga, namun prinsip dasarnya tetap sederhana: penawaran dan permintaan.
Benarkah Cookies Membuat Tiket Lebih Mahal?
Isu cookies juga kerap dituding sebagai penyebab harga tiket pesawat melonjak. Cookies sendiri merupakan data kecil yang tersimpan di perangkat pengguna saat mengakses sebuah situs.
Namun, platform pembanding tiket Skyscanner menegaskan bahwa cookies tidak digunakan untuk menaikkan harga tiket.
Direktur komunikasi global Skyscanner, Laura Lindsay, menyebut harga yang ditampilkan di platform mereka bersifat netral dan berasal langsung dari maskapai atau mitra perjalanan.
“Maskapai menggunakan algoritma kompleks dalam menetapkan harga, tetapi faktor utama yang menentukan harga akhir tetap sederhana, yakni penawaran dan permintaan,” kata Lindsay.
Dengan demikian, sering mengecek tiket pesawat bukanlah penyebab utama harga menjadi mahal. Lonjakan harga lebih dipengaruhi oleh tingginya minat perjalanan, waktu pemesanan, musim liburan, dan ketersediaan kursi, terutama menjelang periode padat seperti mudik Lebaran dan libur panjang. (dr)

Comments