KUALA LUMPUR – Rencana liburan ke Malaysia, terutama untuk menikmati wisata bahari seperti snorkeling, diving, hingga island hopping, perlu dipersiapkan lebih matang. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ditambah potensi cuaca buruk, dapat mengganggu perjalanan laut dan meningkatkan risiko keselamatan wisatawan.
Asosiasi Penyelam Malaysia atau Malaysian Scuba Diving Association (MSDA) mengimbau wisatawan untuk menunda atau membatalkan aktivitas wisata bahari apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan perjalanan yang aman.
Baca juga: Booking Tiket Pesawat Makin Praktis! Tren Pembayaran Digital Ubah Cara Orang Indonesia Traveling
Peringatan tersebut disampaikan Presiden MSDA, Aminor Azmi Abdul Latip, sebagaimana dilaporkan Bernama pada Rabu (21/10/2026). Menurutnya, berkurangnya jarak pandang akibat kabut asap dapat membahayakan aktivitas di laut, termasuk menyelam dan snorkeling.
Kabut Asap Bisa Ganggu Wisata Laut Malaysia
Kabut asap bukan hanya berdampak pada kualitas udara dan aktivitas di darat. Ketika jarak pandang menurun, perjalanan kapal menuju pulau, kegiatan menyelam, hingga wisata snorkeling juga berpotensi menghadapi kendala.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Malaysia, Wisatawan Kecewa! Menara Kembar Petronas hingga Merdeka 118 Tertutup
Situasi tersebut perlu menjadi perhatian wisatawan yang berencana mengunjungi destinasi bahari di Malaysia, khususnya pulau-pulau di pesisir timur Semenanjung Malaysia.
MSDA meminta wisatawan menghormati keputusan operator tur maupun nakhoda kapal yang memutuskan menunda, mengubah jadwal, atau membatalkan keberangkatan demi keselamatan.
Keputusan tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan perjalanan semata. Dalam kondisi laut dan cuaca yang tidak menentu, menunda perjalanan justru dapat menjadi pilihan paling aman.
Operator Wisata Diminta Tidak Memaksakan Keberangkatan
Aminor Azmi Abdul Latip juga mengingatkan penyedia jasa wisata bahari agar tidak memprioritaskan pemesanan mendadak menjelang penutupan musim operasional dengan mengabaikan kondisi cuaca dan keselamatan di lapangan.
Sebelum memberangkatkan wisatawan, operator perlu memeriksa Indeks Polutan Udara (API) di sekitar destinasi, menilai jarak pandang, serta memastikan kondisi laut memungkinkan perjalanan dilakukan.
Operator juga harus mempertimbangkan kemampuan kapal, kesiapan awak, dan kemungkinan perubahan cuaca selama perjalanan. Jika situasi memburuk, keputusan untuk menghentikan aktivitas, kembali ke daratan, atau mencari tempat berlindung yang aman harus diambil sesuai kondisi aktual.
Di sisi lain, penyedia jasa wisata diharapkan memberikan penjelasan yang transparan apabila perjalanan dibatalkan. Wisatawan juga perlu memperoleh informasi mengenai opsi penjadwalan ulang atau solusi lain sesuai ketentuan pemesanan.
Musim Peralihan Monsun, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang
Selain kabut asap, kondisi cuaca menjadi faktor penting yang harus diperhatikan wisatawan.
Mengutip laporan Suara.tv, masa peralihan monsun diperkirakan berlangsung sejak 9 Oktober hingga akhir Oktober 2026. Periode ini berpotensi disertai badai petir, hujan lebat, dan angin kencang.
Cuaca yang berubah cepat dapat memengaruhi perjalanan kapal, aktivitas di pulau, serta kegiatan wisata air. Karena itu, wisatawan sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal perjalanan yang telah dipesan.
Periksa prakiraan cuaca dan informasi keselamatan maritim menjelang keberangkatan. Pastikan pula operator memiliki rencana alternatif apabila kondisi laut tidak mendukung aktivitas wisata.
Checklist Sebelum Ikut Snorkeling, Diving, atau Island Hopping
Agar liburan tetap aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti aktivitas wisata bahari di Malaysia.
* Periksa cuaca dan kualitas udara. Pantau informasi terbaru sebelum berangkat dan tanyakan kepada operator mengenai kondisi di lokasi wisata.
* Jangan memaksakan perjalanan. Ikuti keputusan pembatalan atau penundaan apabila operator menilai kondisi tidak aman.
* Pastikan kapal layak beroperasi. Kapal harus memiliki bahan bakar yang cukup, perangkat komunikasi yang berfungsi, dan perlengkapan darurat yang memadai.
* Perhatikan kapasitas penumpang. Hindari kapal yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
* Pastikan pengarahan keselamatan diberikan. Wisatawan perlu mengetahui prosedur darurat sebelum perjalanan dimulai.
* Bawa obat-obatan pribadi. Terutama bagi wisatawan yang memiliki obat resep rutin atau kebutuhan medis tertentu.
* Informasikan kondisi kesehatan. Sampaikan alergi, penyakit, atau kondisi medis yang relevan kepada operator maupun pemandu.
* Pahami ketentuan pembatalan. Periksa kebijakan penjadwalan ulang dan pengembalian dana sebelum melakukan pembayaran.
MSDA juga meminta operator mencatat daftar penumpang, rute perjalanan, lokasi aktivitas, dan perkiraan waktu kembali. Informasi tersebut membantu petugas di darat melakukan koordinasi jika kapal terlambat atau kehilangan kontak.
Kesiapan tim penyelamat pun perlu ditingkatkan. Namun, keberadaan personel penyelamat tidak boleh dijadikan alasan untuk tetap menjalankan perjalanan yang berisiko.
Bagaimana Jika Wisata Bahari Dibatalkan?
Jika perjalanan snorkeling, diving, atau island hopping dibatalkan karena kabut asap maupun cuaca buruk, wisatawan dapat menanyakan opsi penjadwalan ulang kepada operator.
Periksa kembali syarat pemesanan untuk mengetahui apakah tersedia pengembalian dana, perubahan tanggal, atau alternatif aktivitas lain. Simpan bukti pembayaran dan komunikasi dengan penyedia jasa untuk mempermudah proses penyelesaian.
Wisatawan juga bisa mempertimbangkan kegiatan alternatif di darat yang sesuai dengan kondisi cuaca dan kualitas udara. Namun, jika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan tetap perlu dibatasi sesuai anjuran otoritas setempat.
Keselamatan Harus Lebih Penting daripada Jadwal Liburan
Liburan ke Malaysia tetap bisa menjadi pengalaman menyenangkan, tetapi kondisi alam harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan laut.
Kabut asap yang mengurangi jarak pandang dan cuaca buruk yang berpotensi memicu badai dapat meningkatkan risiko bagi wisatawan, awak kapal, hingga petugas penyelamat.
Karena itu, wisatawan sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru, mengikuti arahan operator, serta bersedia mengubah rencana apabila situasi tidak aman.
Ingat, jadwal liburan bisa diatur ulang, tetapi keselamatan tidak boleh dipertaruhkan. (dr)

Comments