BATAM – Pernah membayangkan power bank kesayangan justru menjadi masalah saat pemeriksaan di bandara? Barang kecil yang selalu diandalkan untuk menjaga ponsel tetap menyala selama perjalanan ini ternyata memiliki aturan khusus ketika dibawa naik pesawat.
Bagi kamu yang gemar traveling, membawa laptop, kamera, smartphone, dan baterai cadangan memang sudah menjadi kebiasaan. Namun, tidak semua baterai boleh disimpan sembarangan di dalam koper.
Baca juga: Kabut Asap Selimuti Malaysia, Wisatawan Kecewa! Menara Kembar Petronas hingga Merdeka 118 Tertutup
Baterai lithium memerlukan penanganan khusus karena berpotensi mengalami panas berlebih, korsleting, bahkan kebakaran jika rusak atau tidak disimpan dengan benar.
Agar persiapan liburan tidak terganggu saat pemeriksaan keamanan, ada beberapa aturan membawa baterai lithium di pesawat yang perlu kamu pahami. Mulai dari lokasi penyimpanan hingga batas kapasitas power bank, berikut panduan yang sebaiknya diperiksa sebelum berangkat ke bandara.
Baca juga: Singapura Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali di Asia Tenggara, Indonesia Peringkat Berapa?
1. Power Bank dan Baterai Cadangan Wajib Masuk Tas Kabin
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari saat mengemas barang untuk traveling adalah memasukkan power bank ke dalam koper yang akan diserahkan sebagai bagasi tercatat.
Secara umum, power bank dan baterai lithium cadangan harus dibawa di kabin pesawat, bukan di bagasi tercatat. Aturan ini bertujuan agar awak kabin dapat lebih cepat mengetahui dan menangani jika terjadi panas berlebih atau muncul asap dari baterai.
Karena itu, sebelum menyerahkan koper saat check-in, periksa kembali seluruh barang bawaanmu. Pastikan power bank dan baterai cadangan sudah dipindahkan ke tas kabin.
Simpan baterai cadangan dalam kemasan pelindung atau kantong terpisah agar terminalnya tidak bersentuhan dengan benda logam, seperti kunci dan koin. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko korsleting selama perjalanan.
2. Cek Batas Kapasitas Power Bank Sebelum Terbang
Kapasitas baterai menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum membawa power bank ke pesawat. Batas yang digunakan dalam ketentuan penerbangan umumnya dinyatakan dalam watt-hour (Wh), bukan hanya miliampere-hour (mAh).
Sebagai gambaran umum untuk baterai lithium-ion portabel, berikut kategori kapasitas yang perlu diketahui:
* Hingga 100 Wh: umumnya diperbolehkan di kabin sesuai ketentuan maskapai.
* Lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh: biasanya memerlukan persetujuan maskapai dan dapat dikenai batas jumlah.
* Lebih dari 160 Wh: umumnya tidak diperbolehkan sebagai bagasi penumpang biasa.
Ketentuan tersebut merupakan panduan umum. Aturan khusus untuk power bank, jumlah baterai yang diperbolehkan, dan kebijakan maskapai tertentu bisa lebih ketat.
Jika label produk hanya mencantumkan kapasitas dalam mAh, kamu bisa memperkirakan kapasitas energinya menggunakan rumus:
Wh = (mAh × volt) ÷ 1.000
Misalnya, power bank berkapasitas 20.000 mAh dengan tegangan nominal 3,7 volt memiliki energi sekitar 74 Wh. Kapasitas tersebut berada di bawah ambang umum 100 Wh.
Meski demikian, jangan hanya mengandalkan angka kapasitas. Periksa label produk dan ketentuan maskapai sebelum berangkat, terutama jika kamu menggunakan power bank berkapasitas besar.
3. Baterai Laptop dan Kamera Punya Ketentuan Berbeda
Selain power bank, wisatawan juga perlu memperhatikan baterai yang digunakan pada laptop, kamera digital, drone, dan perangkat elektronik lainnya.
Baterai lithium yang terpasang di dalam perangkat umumnya memiliki ketentuan berbeda dari baterai cadangan yang dibawa secara terpisah. Perangkat elektronik dengan baterai terpasang biasanya dapat dibawa di kabin, sedangkan baterai cadangan harus mengikuti aturan khusus mengenai kapasitas dan perlindungan terminal.
Jika kamu membawa kamera untuk mengabadikan pemandangan saat liburan, misalnya, pastikan baterai cadangannya tersimpan dengan aman. Hal serupa berlaku bagi wisatawan yang membawa beberapa baterai untuk merekam perjalanan menggunakan kamera aksi atau drone.
Untuk perangkat yang akan dimasukkan ke bagasi tercatat, pastikan perangkat dimatikan sepenuhnya, terlindungi dari kerusakan, dan tidak berisiko aktif secara tidak sengaja. Ketentuan khusus dapat berlaku untuk perangkat tertentu, sehingga sebaiknya periksa panduan maskapai terlebih dahulu.
4. Jangan Bawa Baterai yang Menggembung atau Rusak
Baterai yang menggembung, bocor, mengalami kerusakan fisik, atau menunjukkan tanda panas berlebih tidak boleh dianggap sebagai barang bawaan biasa.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran. Karena itu, periksa keadaan power bank, baterai laptop, maupun baterai kamera sebelum mengemas barang.
Jika menemukan baterai yang rusak, jangan mencoba membawanya begitu saja ke bandara. Hubungi maskapai untuk meminta petunjuk penanganan yang tepat.
Sementara itu, baterai cadangan yang masih dalam kondisi baik perlu dilindungi agar terminalnya tidak bersentuhan dengan benda lain. Kamu bisa menggunakan kemasan aslinya, wadah khusus, atau penutup terminal yang sesuai.
Khusus baterai lithium yang masuk kategori rusak atau ditarik dari peredaran karena masalah keselamatan, aturan pengangkutannya dapat jauh lebih ketat.
5. Periksa Aturan Penggunaan Power Bank Selama Penerbangan
Membawa power bank ke kabin tidak otomatis berarti kamu boleh menggunakannya atau mengisi dayanya kapan saja selama penerbangan.
Kebijakan penggunaan power bank dapat berbeda antar-maskapai. Sejumlah maskapai juga menerapkan pembatasan tambahan untuk penggunaan dan pengisian daya selama berada di pesawat.
Sebelum hari keberangkatan, periksa informasi resmi maskapai mengenai penggunaan power bank, termasuk apakah perangkat tersebut boleh digunakan untuk mengisi daya ponsel selama penerbangan.
Agar tidak kerepotan, isi daya ponsel, kamera, dan perangkat elektronik lainnya sebelum menuju bandara. Dengan begitu, kamu tidak sepenuhnya bergantung pada power bank selama perjalanan.
Jika awak kabin memberikan instruksi khusus terkait perangkat elektronik atau baterai, pastikan kamu mengikutinya demi keselamatan bersama.
Checklist Sebelum Membawa Power Bank Naik Pesawat
Sebelum berangkat liburan, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa barang bawaan berikut:
1. Power bank dan baterai cadangan sudah disimpan di tas kabin.
2. Kapasitas baterai sesuai dengan ketentuan maskapai.
3. Terminal baterai cadangan terlindungi dari risiko korsleting.
4. Tidak ada baterai yang menggembung, bocor, atau rusak.
5. Aturan penggunaan power bank selama penerbangan sudah diperiksa.
6. Ketentuan khusus maskapai untuk rute domestik maupun internasional sudah dipahami.
Traveling Aman Dimulai dari Persiapan Barang Bawaan
Membawa power bank, laptop, dan kamera saat traveling sebenarnya tidak sulit selama kamu memahami aturan keselamatan penerbangan. Hal terpenting adalah memperhatikan kapasitas baterai, lokasi penyimpanan, kondisi fisik baterai, serta ketentuan yang ditetapkan maskapai.
Jangan menunggu hingga pemeriksaan di bandara untuk memastikan barang bawaanmu sudah sesuai aturan. Luangkan waktu sebelum keberangkatan untuk memeriksa kembali isi tas dan membaca panduan resmi maskapai.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan bisa terasa lebih nyaman dan kamu dapat menikmati liburan tanpa kerepotan akibat masalah barang bawaan. (dr)
Sumber: idntimes

Comments