Batam – Setelah 12 tahun vakum, ajang balap perahu tradisional paling bergengsi di Batam akhirnya kembali memecah riuh Perairan Elang-elang Laut, Belakang Padang. Batam International Sea Eagle Boat Race 2025 resmi digelar pada 28–30 November 2025, menghadirkan suasana nostalgia dan euforia warga yang memenuhi kawasan pelabuhan hingga Dataran Elang-elang Laut.

Perhelatan ini bahkan ikut menggairahkan ekonomi UMKM. Warung-warung dan lapak pedagang yang berjejer di sekitar lokasi langsung diserbu ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan event seru ini.

Sekda Firmansyah membuka Sea Eagle Boat Race 2025 di Belakang Padang, Jumat (28/11/2025) (mc batam)

Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa digelarnya kembali event ini merupakan hasil dari suksesnya penyelenggaraan terakhir pada 2013 yang menarik peserta internasional.

“Tahun ini kita punya peserta baru dari Malaysia, juga peserta dari beberapa provinsi lain di Indonesia. Tahap awal ini fokusnya adalah menghidupkan kembali suasana yang dulu pernah dirasakan warga Belakang Padang,” jelas Ardi saat membuka acara, Jumat (28/11/2025).

Ardi menargetkan tahun depan akan menggandeng PODSI agar makin banyak negara ikut serta dalam kompetisi berkelas internasional tersebut.

Tim Gajahmada Indonesia Siap Pertahankan Gelar

Kapten Tim Gajahmada Indonesia, Aldi, mengaku datang lebih awal demi persiapan matang untuk mempertahankan gelar juara yang diraih 13 tahun lalu.

“Sudah 10 hari di sini. Kami latihan sekalian mengenal kondisi lapangan. Target kami tetap juara,” tegasnya.

Ia juga memuji keramahan masyarakat dan keindahan panorama Belakang Padang yang langsung menghadap Singapura.

“Serasa dekat sekali dengan negara seberang. Di sini nyaman dan warganya ramah,” ujarnya.

DPRD Batam Dukung Jadi Event Tahunan

Nuansa nostalgia juga dirasakan Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kuriawan yang merupakan putra asli Belakang Padang. Ia berharap Sea Eagle Boat Race terus digelar setiap tahun guna mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Yang bisa dijual dari Belakang Padang ini adalah wisata dan kearifan lokal. Kalau event seperti ini rutin, ibu-ibu pedagang makin semangat,” tegasnya.

Dulu, event ini sempat diikuti peserta dari berbagai negara seperti Rusia, Brunei, hingga Singapura. Ia menargetkan negara-negara tersebut kembali ikut pada tahun depan.

Dengan kembalinya Sea Eagle Boat Race, harapan besar pun muncul: Belakang Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata maritim yang wajib masuk bucket list wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. (dr)