BATAM – Berencana menikmati liburan ke Phuket, Thailand? Sebelum memesan hotel, ada baiknya Anda lebih teliti memilih akomodasi. Pemerintah Thailand saat ini tengah menggencarkan razia terhadap hotel-hotel ilegal yang beroperasi di destinasi wisata favorit tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah otoritas menemukan sejumlah properti yang beroperasi sebagai hotel tanpa memiliki izin resmi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan wisatawan sekaligus merugikan pelaku usaha yang mematuhi aturan.

Baca juga: Catat! Daftar Hari Besar dan Libur Nasional Agustus 2026, Ada Long Weekend HUT RI 17 Agustus

Pulau Phuket selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Thailand. Namun, di balik pesonanya, pemerintah menemukan praktik operasional hotel ilegal yang cukup mengkhawatirkan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwunchwee, bahkan turun langsung memimpin inspeksi bersama tim gabungan di sejumlah lokasi.

Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa tiga hotel berkapasitas besar yang masing-masing memiliki sekitar 200 kamar, 240 kamar, dan 45 kamar.

Baca juga: Jangan ke Singapura Sebelum Mampir ke ArtScience Museum, Ini Panduan Lengkapnya!

Hasil pemeriksaan cukup mengejutkan. Berdasarkan laporan Bangkok Post, ketiga hotel tersebut diketahui tidak memiliki izin pembangunan maupun izin operasional sebagai hotel.

Izin Hunian Berubah Jadi Hotel

Investigasi mengungkap bahwa dua bangunan awalnya hanya mendapat izin sebagai hunian atau kondominium. Namun, bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi hotel komersial tanpa memperoleh persetujuan dari pemerintah.

Untuk memastikan aktivitas operasional, petugas bahkan melakukan pemesanan kamar secara daring.

Hasilnya menunjukkan hotel-hotel tersebut memang aktif menerima tamu dan memasarkan kamar mereka melalui platform online.

Menariknya, sebagian besar tamu yang menjadi sasaran adalah wisatawan asal Eropa dan negara-negara lain, sementara pelanggan domestik Thailand hampir tidak ada.

Penyelidikan juga mengungkap dugaan penggunaan praktik nominee atau kepemilikan bayangan.

Dalam skema tersebut, perusahaan diduga menggunakan komposisi kepemilikan 49 persen saham asing dan 51 persen atas nama warga negara Thailand untuk menyiasati aturan kepemilikan bisnis.

Selain itu, petugas menemukan sejumlah bangunan yang secara hukum dimiliki warga Thailand, tetapi kemudian disewakan kepada investor asal Tiongkok yang diduga mengoperasikan hotel tanpa izin resmi.

Operasi penertiban ini merupakan bagian dari razia besar yang menyasar lebih dari 10 lokasi di seluruh wilayah Phuket.

Gubernur Phuket, Sophon Suwannarat, telah menerima instruksi agar segera menutup seluruh bisnis penginapan yang tidak mampu menunjukkan dokumen perizinan yang lengkap.

Direktur Jenderal Departemen Administrasi Provinsi Thailand, Narucha Kosasivilize, menegaskan bahwa keberadaan hotel ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif.

Menurutnya, praktik tersebut merugikan pelaku usaha yang taat membayar pajak, berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan karena tidak memenuhi standar keamanan pemerintah, serta dapat mencoreng citra pariwisata Thailand di mata dunia.

Tips Aman Memesan Hotel Saat Liburan ke Phuket

Agar perjalanan tetap nyaman dan aman, wisatawan disarankan memperhatikan beberapa hal sebelum memesan penginapan, antara lain:

* Pilih hotel yang memiliki ulasan positif dan reputasi baik di platform pemesanan terpercaya.
* Pastikan hotel mencantumkan identitas, alamat, serta informasi kontak yang jelas.
* Hindari tergiur harga yang jauh lebih murah dibandingkan hotel sekelas di lokasi yang sama.
* Pesan melalui platform resmi atau agen perjalanan terpercaya.
* Jika ragu, cek legalitas atau informasi hotel melalui situs resmi pemerintah pariwisata Thailand maupun platform pemesanan yang telah terverifikasi.

Dengan semakin ketatnya pengawasan pemerintah Thailand, wisatawan diharapkan lebih berhati-hati saat memilih akomodasi agar liburan di Phuket tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah.

Jika anda berencana liburan ke Phuket Thailand, sebaiknya ikut agen perjalanan, seperti Nadif Travel Batam yang juga punya paket tour ke sana. (dr)