BATAM – Agen perjalanan kerap menjadi solusi praktis untuk merencanakan liburan. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan agen travel masih menghantui para pelancong. Tak sedikit wisatawan yang baru menyadari telah tertipu ketika tiba di bandara atau pelabuhan, dan mendapati nama mereka tak tercatat dalam sistem pemesanan.

Agen perjalanan independen dari Marvelous Mouse Travels, Cathy Diercksen, mengungkapkan sejumlah tanda penting yang wajib diperhatikan sebelum memesan liburan melalui agen travel. Menurutnya, langkah pertama yang tak boleh dilewatkan adalah melakukan riset mendalam.

“Jangan hanya mengandalkan situs web agen tersebut. Cari tahu latar belakangnya, baca ulasan, minta umpan balik, cek Facebook mereka, dan pastikan mereka benar-benar memiliki rekam jejak,” kata Diercksen kepada People, Kamis (29/1/2026).

Waspada Jika Diminta Bayar Langsung ke Agen

Hal krusial berikutnya adalah soal pembayaran. Diercksen menegaskan, dalam praktik profesional, uang pelancong seharusnya langsung masuk ke vendor resmi, bukan ke rekening pribadi agen.

Sebagai contoh, jika memesan pelayaran Royal Caribbean melalui agen travel, agen hanya mengumpulkan data pembayaran. Proses transaksi tetap dilakukan langsung oleh pihak vendor.

“Pembayaran itu masuk ke Royal Caribbean, tidak pernah diproses atas nama agen saya,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pelancong patut curiga jika agen travel meminta pembayaran atau deposit langsung ke mereka. Modus ini kerap berujung penipuan.

Diercksen bahkan mengaku pernah menemui kasus wisatawan yang sudah tiba di hari keberangkatan, namun tidak memiliki pemesanan sama sekali.

“Mereka datang ke lokasi, tapi tidak ada reservasi atas nama mereka. Artinya uang yang dibayarkan tidak pernah sampai ke vendor,” katanya.

Pastikan Nama Vendor Muncul di Tagihan

Menurut Diercksen, pembayaran juga idealnya dilakukan langsung oleh pelancong, meski diproses melalui agen. Pada tagihan kartu kredit, nama vendor resmi seperti Royal Caribbean, Disney, Universal, atau Viking Voyages harus tercantum jelas.

“Pastikan Anda menyimpan semua dokumentasi,” tegasnya.

Jika pembayaran dilakukan lewat agensi, pelancong wajib memastikan faktur yang diterima menggunakan kop surat resmi vendor, bukan sekadar bukti buatan agen.

Ia juga menyarankan untuk menghubungi vendor langsung guna memverifikasi pemesanan jauh sebelum hari keberangkatan, terutama jika muncul keraguan.

Kasus Nyata: Agen Travel Ditangkap, Korban Rugi Ratusan Juta

Ancaman penipuan agen perjalanan bukan sekadar teori. Beberapa pekan lalu, seorang agen perjalanan bernama Tavia Thomas ditangkap setelah diduga menipu pelanggan hingga puluhan ribu dolar.

Berdasarkan rilis kepolisian yang dikutip People, pada Juli 2024, Thomas diduga menerima US$35.753,98 atau sekitar Rp600 juta dari sembilan korban untuk pemesanan pelayaran Royal Caribbean.

Penipuan tersebut terungkap saat para korban tiba di pelabuhan Bayonne, New Jersey. Petugas pelabuhan menyatakan tiket pelayaran mereka palsu, sehingga seluruh perjalanan pun batal.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi wisatawan untuk lebih teliti dan kritis sebelum mempercayakan liburan impian kepada agen perjalanan. Jangan sampai momen liburan berubah menjadi mimpi buruk. (dr)

Sumber: tempo