SINGAPURA – Keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama wisatawan sebelum menentukan negara tujuan liburan. Dalam pemeringkatan terbaru World Economic Forum (WEF), Singapura berhasil menempati posisi pertama sebagai negara paling aman bagi wisatawan di dunia. Menariknya, Vietnam juga berhasil menembus jajaran 10 besar.

Mengutip VnExpress, Senin (5/10/2026), pencapaian tersebut tercatat dalam laporan Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang dirilis WEF pada 25 September 2026.

Baca juga: Terungkap Cara Gen Z, Milenial, dan Gen X Memilih Destinasi Liburan

Singapura memperoleh skor 6,87 dari maksimal 7 poin dalam kategori Safety and Security. Nilai tersebut menjadikannya negara dengan tingkat keamanan tertinggi di antara 110 negara dan ekonomi yang masuk dalam penilaian.

Posisi kedua ditempati Qatar, disusul Arab Saudi di urutan ketiga. Sejumlah negara Eropa juga masuk dalam daftar teratas, di antaranya Islandia, Swiss, Finlandia dan Luksemburg.

Baca juga: Liburan ke Batam? Jangan Lewatkan Masjid Tanjak dan 4 Masjid Ikonik Ini

Namun, perhatian juga tertuju pada Vietnam yang berhasil menempati peringkat kesembilan dengan skor 6,52. Capaian ini memperlihatkan bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki destinasi yang mampu bersaing dalam hal keamanan pariwisata dunia.

Mengapa Singapura Dinilai Negara Teraman untuk Wisatawan?

Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan aturan hukum yang ketat dan tingkat kriminalitas relatif rendah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung rasa aman bagi wisatawan, termasuk ketika menjelajahi kawasan perkotaan atau bepergian menggunakan transportasi umum.

Dalam penilaian TTDI 2026, WEF tidak hanya memperhitungkan kasus kriminalitas yang menimpa wisatawan. Kategori Safety and Security juga mengukur risiko keamanan yang dihadapi masyarakat, pengunjung, hingga pelaku usaha.

Sejumlah indikator yang digunakan meliputi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, rasa aman saat berjalan sendirian pada malam hari, angka pembunuhan, serta risiko kekerasan terorganisasi.

Dengan berbagai indikator tersebut, Singapura berhasil memperoleh nilai tertinggi, yakni 6,87 poin.

Vietnam Masuk 10 Besar Negara Teraman Dunia

Selain Singapura, Vietnam menjadi negara Asia Tenggara lainnya yang mencatatkan prestasi dalam kategori keamanan pariwisata.

Vietnam berada di posisi kesembilan dengan skor 6,52 dari maksimal 7 poin. Stabilitas sosial dan politik yang relatif terjaga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung citra keamanan negara tersebut.

Dalam pemeringkatan TTDI 2026 secara keseluruhan, Vietnam menempati posisi ke-52 dari 110 negara dan ekonomi yang dinilai. Peringkat ini menjadi pencapaian terbaik Vietnam sejak 2019.

Tidak hanya dari sisi keamanan, Vietnam juga menunjukkan daya saing dalam sektor pariwisata, terutama pada kategori harga. Negara tersebut menempati peringkat ketujuh dunia dalam indikator daya saing harga.

Kondisi ini membuat Vietnam semakin menarik sebagai pilihan destinasi liburan, khususnya bagi wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan dengan biaya relatif terjangkau.

Daftar 10 Negara Paling Aman untuk Wisatawan 2026

Berikut daftar 10 negara dengan skor tertinggi dalam kategori Safety and Security berdasarkan TTDI 2026 yang dirilis World Economic Forum:

1. Singapura – 6,87
2. Qatar
3. Arab Saudi
4. Islandia
5. Swiss
6. Finlandia
7. Kuwait
8. Bahrain
9. Vietnam – 6,52
10.Luksemburg

Sementara itu, Meksiko, Mali dan Kolombia tercatat berada di posisi terbawah dalam kategori tersebut.

Menariknya, dari seluruh negara Asia Tenggara yang dinilai, hanya Singapura dan Vietnam yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar negara paling aman untuk wisatawan.

Keamanan Jadi Faktor Penting Pariwisata Dunia

WEF menjelaskan bahwa TTDI bukan indeks yang secara langsung mengukur jumlah kunjungan wisatawan, pendapatan pariwisata maupun performa suatu destinasi.

Indeks tersebut lebih berfokus pada berbagai faktor dan kondisi yang mendukung perkembangan industri perjalanan dan pariwisata di suatu negara.

Dalam laporan 2026, WEF juga mencatat bahwa pilar Safety and Security secara global mengalami peningkatan sebesar 2,1 persen dibandingkan 2024.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa aspek keamanan semakin menjadi perhatian dalam pengembangan industri pariwisata dunia.

Bagi wisatawan, keamanan tentu menjadi nilai tambah ketika memilih destinasi liburan. Negara dengan lingkungan yang relatif aman, penegakan hukum yang baik dan stabilitas sosial berpotensi memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan. (dr)

Sumber: detik