BATAM – INDUSTRI perhotelan global ternyata menyimpan “rahasia kecil” yang kerap luput dari perhatian tamu. Salah satunya soal penomoran kamar hotel yang diyakini dapat memengaruhi kenyamanan selama menginap. Bukan sekadar angka, nomor kamar tertentu bahkan disebut berpotensi membuat tamu sulit beristirahat.
Pendiri platform perjalanan asal Spanyol, Descubriendo Viajes, Javier Sobrino, mengungkapkan bahwa tamu sebaiknya menghindari kamar hotel yang berakhiran -01 jika menginginkan suasana tenang. Menurutnya, kamar-kamar tersebut biasanya berada di sudut lorong, dekat lift dan pintu tangga darurat.
“Kamar dengan nomor tersebut sering kali berada di area dengan lalu lintas tinggi, sehingga tamu dapat mendengar orang lalu-lalang hampir sepanjang waktu,” ujar Sobrino, seperti dikutip dari Mirror UK.
Kamar Berakhiran -01 Dinilai Paling Bising

Berdasarkan pengalamannya menginap di ratusan hotel di berbagai negara, Sobrino menilai nomor kamar sangat menentukan kualitas istirahat. Kamar yang berdekatan dengan lift membuat tamu rentan mendengar suara pintu terbuka-tutup, percakapan tamu lain, hingga aktivitas staf kebersihan sejak pagi hari.
Sayangnya, informasi semacam ini jarang disampaikan hotel saat pemesanan online. Hal tersebut lantaran pihak hotel pada dasarnya ingin setiap kamar terisi. Bahkan, sebagian besar hotel tidak memberikan kebebasan bagi tamu untuk memilih nomor kamar secara spesifik.
Meski demikian, Sobrino menyarankan tamu untuk bertanya langsung kepada resepsionis saat check-in. Meminta kamar di ujung lorong atau area yang lebih jauh dari lift dinilai bisa membantu menghindari gangguan kebisingan.
Area Lain yang Sebaiknya Dihindari
Tak hanya kamar bernomor -01, tamu juga disarankan menghindari kamar yang berada di atas atau di bawah restoran dan bar hotel. Area ini berpotensi menimbulkan suara bising, baik pada pagi hari saat persiapan maupun malam hari saat jam operasional berlangsung.
“Hal serupa juga berlaku untuk kamar yang menghadap jalan ramai atau dekat area bongkar muat, karena aktivitas pengiriman biasanya dimulai sejak dini hari,” ujar Sobrino, seperti dilansir Daily Mail.
Bagi tamu yang membawa anak kecil, ia menyarankan memilih kamar yang jauh dari tangga darurat, sebab pintu tangga umumnya berat dan sering dibanting saat digunakan, sehingga menimbulkan suara keras di koridor.
Tidak Berlaku di Semua Hotel
Meski demikian, Sobrino menegaskan bahwa sistem penomoran kamar tidak berlaku universal. Pada beberapa hotel, kamar berakhiran -01 atau -02 justru bisa berada di area paling sepi. Ada pula hotel yang membagi kamar ganjil dan genap di sisi kiri dan kanan lift dengan tingkat kebisingan yang berbeda.
Selain itu, nomor kamar kerap berkaitan dengan tipe dan fasilitas kamar, sehingga berpengaruh pada tarif per malam. Karena itu, tamu disarankan memastikan tipe kamar sesuai dengan pesanan, sekaligus menyampaikan preferensi lokasi kamar sebelum kedatangan.
Sebagai tips tambahan, kamar di lantai atas umumnya dinilai lebih tenang dibanding lantai bawah, terutama di hotel yang berada di kawasan ramai. Dengan sedikit strategi, pengalaman menginap pun bisa terasa jauh lebih nyaman. (dr)
Sumber: tempo

Comments